Kanal

Tuan Rumah PKA Diusul Gilir

PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melihat pameran foto budaya karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh, Selasa (7/8). Pameran foto tentang budaya, tradisi, dan adat istiadat masyarakat Aceh ini digelar dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7. -

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengakui, bahwa Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pusat penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) setiap empat tahun sekali, sudah tak memadai lagi. Menurutnya, persoalan utama adalah aksebilitasnya yang sulit karena padatnya pengunjung.

Oleh sebab itu, Nova akan mempertimbangkan usulan pemindahan tuan rumah PKA ke kabupaten/kota atau ke kawasan regional yang terdiri atas beberapa kabupaten/kota di Aceh. Hal itu disampaikan oleh Plt Nova Iriansyah menjawab Serambi, usai malam anugerah budaya PKA ke-7 di Meuligoe Wali Nanggroe, Senin (13/8) malam.

“Lokasi Taman Sulthanah Safiatuddin sudah tidak memadai lagi, terutama aksesibilitasnya, kita harus berpikir tentang tempat penyelenggaraan yang baru,” kata Nova usai menyerahkan anugerah budaya PKA ke-7 kepada 29 penggiat dan pemerhati budaya dari sejumlah kabupaten/kota.

Terkait pelaksanaan PKA empat tahun ke depan, Nova berharap semua pihak yang terlibat sudah harus memikirkan format penyelenggaran PKA yang lebih baik dan lebih besar lagi dibandingkan dengan PKA ke-7 tahun ini. “Tentu harus lebih baik lagi, harus lebih besar, lebih kolosal, termasuk tentang tuan rumah,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Nova, Pemerintah Aceh akan coba mempertimbangkan tentang usulan tuan rumah PKA selanjutnya di kabupaten/kota atau di regional kabupaten/kota.

Nova mengatakan, Pekan Kebudayaan Aceh adalah salah satu kegiatan budaya yang digelar untuk menghalau arus globalisasi yang berpotensi merusak tatanan kearifan lokal.

“Pekan Kebudayaan Aceh adalah salah satu ruang untuk menghalau itu, namun jika hanya mengandalkan PKA yang berlangsung sekali dalam empat tahun, tentu saja tidak cukup. Oleh sebab itu even budaya lokal perlu diperbanyak di kabupaten/kota agar ruang tampil bagi budaya daerah semakin banyak,” pungkas Nova.

Perhelatan akbar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 sudah memasuki hari-hari terakhir, sebagaimana dijadwalkan PKA ke-7 akan ditutup secara resmi oleh Plt Gubernur Aceh malam ini.

Hajatan budaya empat tahunan ini digelar sejak 5 Agustus lalu, dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Muhadjir Effendi di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh.

Meski kegiatan utama PKA dipusatkan di Taman Sulthanah Safiatuddin, namun rangkaian PKA kali ini menyebar di beberapa venue lainnya di Banda Aceh. Ragam kegiatan budaya juga dilaksanakan di sejumlah tempat, seperti Expo PKA ke-7 di Blangpadang, SUWA PKA ke-7 di Taman Bustanussalatin, dan perlombaan tari dan musik tradisi di Taman Budaya.(dan)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer