Kanal

Kampung Besar di Taman Sulthanah

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI yang juga Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil tiba di arena panggung utama PKA-7 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu (15/8/2018) sekira pukul 20.30 WIB - SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADI

PERHELATAN PKA VII tahun 2018 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, meninggalkan kesan mendalam bagi sebagian masyarakat Aceh, tak terkecuali Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) RI yang juga Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil.

Putra Aceh kelahiran Peureulak, Aceh Timur, 64 tahun silam ini meskipun telah lama menetap di ibu kota negara, tak pernah melupakan kehidupan masa kecilnya di Aceh yang penuh dengan tradisi. Kehidupan masa kecil itu seakan terulang ketika dia berada di Taman Sulthanah Safiatuddin, tempat berlangsungnya even budaya sejak 5 Agustus 2018.

Di hadapan ribuan hadirin yang mengelilingi panggung utama PKA, Sofyan Djalil mengaku menghadiri even kebudayaan empat tahunan itu seperti bernoltalgia dengan keindahan masa kecilnya. “Saya sebagai putra Aceh yang menghabiskan masa kecil sampai dengan awal dewasa di Aceh, rasanya menghadiri PKA ini mengingatkan tentang segala pengalaman masa kecil. Ada meriam bambu yang dimainkan saat bulan puasa, serta aktivitas kebudayaan lainnya yang selalu saya ingat,” ujar Sofyan, saat menutup perhelatan kebudayaan itu, tadi malam.

Sofyan yang diminta Plt Gubernur Aceh untuk menutup PKA VII mengaku ada kesan tersendiri saat berada di Taman Sulthanah Safiatuddin, yang ia sebut sebagai ‘Taman Mini-nya’ Aceh yang megah. “Suasana seperti ini membuat saya serasa pulang kampung. PKA yang telah menjadi agenda empat tahunan di Aceh ini semestinya terus ditingkatkan,” harapnya.

Melihat antusiasme masyarakat, pria yang telah beberapa kali menjabat menteri serta jabatan strategis lainnya di pemerintahan itu seperti ‘flashback’ dengan perhelatan PKA tahun 1972.

Sofyan bercerita, sewaktu itu kemegahan PKA luar biasa dan bergema hingga ke pelosok kampung. “Saya tidak sempat hadir karena waktu itu sedang sekolah di Langsa. Tapi PKA saat itu begitu bergema. Saya pikir PKA VII ini juga begitu bergema ke seluruh pelosok Aceh,” ujarnya.

Sofyan Djalil berharap PKA menjadi kalendar rutin kegiatan kebudayaan bertaraf nasional maupun internasional, sehingga seluruh masyarakat dari dalam dan luar negeri dapat mengunjungi Aceh. “Semua bisa datang dan mempelajari kebudayaan Aceh, sebagaimana dulu Aceh merupakan salah satu pusat peradaban Islam terbesar di Nusantara,” jelasnya.

Ada hal unik saat orang nomor satu di Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI ini berada di podium. Sofyan Djalil sempat berhenti pidato sebanyak dua kali, saat dari pengeras suara Taman Sulthanah Safiatuddin bergema dua pengumuman. Petugas mengumumkan bahwa bapak dan anak ditunggu keluarganya di pusat informasi. Selang beberapa menit, hal serupa kembali terulang. “Barangkali ada yang kehilangan anak,” ujar Sofyan agak berbisik ke penonton. Spontan aksi itu disambut tepuk tangan hadirin yang kagum dengan sikapnya itu.(fit)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer