Kanal

Berjuang Pascamerdeka

Paskibra mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-73 RI di Lapangan T Umar, Meulaboh, Jumat (17/8/2018). - SERAMBINEWS.COM/RIZWAN

Oleh: Jarjani Usman

“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjuang melawan dirinya sendiri dan hawa nafsunya” (HR. Ibnu Najjar).

Ketika sedang berada pada masa kemerdekaan, banyak di antara kita yang tak bersyukur. Padahal kalau melihat sebuah negeri yang sedang dilanda peperangan atau penjajahan, sungguh sangat menyengsarakan kehidupan rakyatnya. Jangankan untuk menikmati hidup bersama keluarga dengan makan apa adanya, untuk tidur dan mencari nafkah saja susah.

Tidur selalu was-was dihantui rasa takut terkena peluru nyasar atau malah dihantam bom. Mau untung bisa tidur di rumah, tapi tak jarang harus tidur di antara reruntuhan bangunan atau bahkan di hutan rimba bila perang terjadi. Kematian terjadi di mana-mana. Tak cukup air mata untuk menangisinya. Makan pun kadang ada, kadang tidak. Tak sempat memikirkan kecukupan gizinya.

Oleh karena itu, kalau sedang menikmati kemerdekaan, bersyukur sebanyak-banyaknya. Pikiran digunakan sebesar-besarnya untuk perbaikan dan kebaikan. Bila sedang di waktu pagi, jangan menunggu waktu sore untuk berbuat kebaikan. Bila sedang muda, jangan menunggu waktu tua untuk beribadah.

Setiap diri kita diberikan berbagai potensi yang luar biasa, yang perlu berjuang untuk menggali, mengembangkan, dan memanfaatkannya untuk kebaikan. Bila dibiarkan, potensi-potensi itu akan melemah, menuai, dan bahkan hilang tak termanfaatkan. Bila tak dimanfaatkan potensi-potensi itu, kita akan menjadi kaum terjajah dan terlindas sepanjang masa karena kebodohan.

Editor: hasyim
Sumber: Serambi Indonesia

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer