Kanal

Bahasa Bertamasya

Duta Bahasa Aceh, Al Muarrif dan Ainna Khairunnisa meraih juara 3 di ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2018 di Jakarta, Jumat (17/8/2018). - ist

Oleh : Intan Destia Helmi , Duta Bahasa Aceh 2017

Mungkin akan banyak pihak yang penasaran akan maksud dari nama ini. Mungkin juga akan ada berbagai pihak yang menyimpulkan bahwa ini merupakan cara bagi Ikatan Duta Bahasa Aceh untuk mempromosikan bahasa. Bahasa Bertamasya merupakan salah satu proyek kerja dari Duta Bahasa Aceh 2017 dalam program kerja Cipta dan Cinta Karya Bahasa Indonesia sejak dinobatkan sebagai Duta Bahasa Aceh tahun 2017 lalu.

Program ini diorientasikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia dini yang masih belum bisa menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Menurut data statistik hasil survey dari Badan Bahasa Nasional 2017 lalu, Indonesia memiliki 646 bahasa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hampir setengah dari jumlah bahasa tersebut tersebar di pulau papua. Inimenunjukkan bahwa peranan dari bahasa Indonesia tersebut sangat penting, mengingat jumlah bahasa daerah yang dimiliki Indonesia akan berpotensi menghilangkan pengaruh bhinneka tunggal ika bila tidak dipersatukan melalui bahasa pemersatu, yaitu bahasa Indonesia.

Bila kita melihat kondisi daerah-daerah di Aceh seperti desa dsb, mereka cenderung menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar di sekolah, lingkungan tempat tinggal, dsb. Hal ini menyebabkan masyarakat yang berada di daerah-daerah tersebut kesulitan menggunakan bBahasa Indonesia, dan sulit untuk menyerap berbagai ilmupengetahuan yang ada di berbagai media yang ada karena pada umumnya, semua media menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar seperti buku, koran, majalah, media sosial, dan sebagainya.

Efek samping yang ditimbulkan lainnya menyebabkan anak-anak akan sulit untuk bersaing di dunia pendidikan dengan dunia luar dikarenakan kesulitan mereka menyerap ilmu pengetahuan melalui bahasa pengantar umum tadi. Tidak heran bila taraf pendidikan Indonesia terus berada di beberapa posisi terakhir karena permasalahan yang kunjung belum membaik ini. Oleh karena itu, Ikatan Duta Bahasa Aceh melalui program kerja tahun 2017 kemarin yaitu Cipta dan Cinta Karya Bahasa Indonesia ingin membenahi dan membantu pemerintah dalam mengubah paradigma bangsa melalui pengajaran dan promosi bahasa Indonesia di berbagai sekolah yang ada di Aceh, khususnya ke berbagai daerah pedalaman yang bahkan belum terjamah oleh sinyal internet sekalipun.

Melalui wawancara yang kami lakukan terhadap salah satu guru yang pernah mengajar di sekolah-sekolah yang berada di daerah pedalaman Aceh Besar, beliau menyampaikan rasa prihatin yang begitu mendalam terhadap siswa-siswi yang berada di salah satu sekolah tersebut. Beliau mengatakan, karenaketerbatasan mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia mengharuskannya untukmenyampaikan pembelajaran dalam bahasa Aceh, bahkan sampai pekerjaan rumah sekalipun. Kita bisa membayangkan bagaimana bangsa ini bisa terus meningkatkan kualitasnya jika melalui bahasa saja masih harus ditindaklanjuti.

Belum lagi permasalahan yang akan dihadapi oleh guru-guru yang dipindahkerjakan dari daerah lain yang disebabkan oleh reformasi penyebaran. Hal ini akan menjadi kesulitan bagi mereka dalam menyampaikan pembelajaran, dan berujung pada kepunahan potensi. Tidak heran bila berdasarkan hasil survey UNESCO menyatakan bahwa taraf literasi Indonesia menduduki posisi 60 dari 61 negara. Ini menjadi poin khusus yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Tentunya, seiring dengan kemajuan teknologi dan pembaharuan pendidikan di Indonesia, maka pengaruhnya harus dapatdijamah oleh masyarakat-masyarakat yang berada di daerah terpencil. Pemerintah bisa mensiasati berbagai langkah untuk merubah sistem pendidikan yang dikhususkan di daerah-daerah terpencil yang ada di Indonesia. Melalui program kerjanya, Ikatan Duta Bahasa Aceh langsung terjun menggunakan sistem “bermain sambil belajar” untuk menjamahkan bahasa Indonesia dalam paradigma para siswa sekolah. Kami mengadakan berbagai kegiatan seperti perlombaan, bercerita, penampilan, dsb. yang menarik minat dari para siswa untuk belajar.

Dengan pendekatan bahasa Indonesia, kami mengajak mereka untuk berpatisipasi dalam kegiatan kami. Kami juga mempersiapkan berbagai penampilan menarik dan hadiah menarik pula untuk meningkatkan minat mereka. Pada penutupan tahun 2017 kemarin, kami mengimplementasikan program ini pula kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di SD Negeri labuy yang berlokasi di Banda Aceh. Kami ikut bersama para guru untuk bermain sambil belajar bersama dengan para siswa disana, dan belajar bahasa isyarat untuk menyampaikan ilmu kepada mereka.

Di akhir program, kami mengadakan kegiatan tamasya belajar dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kami memperkenalkan dan memberikan sekilas informasi terkait dengan tempat yang kami lewati. Di penghujung kegiatan, kami mengunjungi taman rusa yang merupakan salah satu tempat bertamasya yang ada di Aceh untuk mengadakan berbagai perlombaan kecil-kecilan seperti lomba menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hafalan Alquran, Tilawatil Quran, bercerita, berpuisi, menyanyikan lagu-lagu wajib nasional, dan perlombaan-perlombaan menghibur lainnya seperti tarik tambang, lomba lari, dan sebagainya.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu dari cara kami mempromosikan bahasa Indonesia kepada anak-anak, walau kepada anak-anak berkebutuhan khusus sekalipun. Anak-anak berkebutuhan khusus pun mengambil andil dalam kemajuan bangsa melalui bahasa. Mereka juga berhak mendapatkan pendidikan layaknya anakanak normal lainnya. Itulah mengapa program ini juga kami tujukan kepada mereka dalam meningkatkan kualitas berbahasa anak-anak usia dini. Kami mengharapkan agar masyarakat, khususnya generasi muda dapat tergerak minatnya untuk lebih mencintai Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya, dan juga berkeinginan untuk memberikan dampak yang luas bagi bangsa Indonesia, terima kasih.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Haringga Sirla Tewas Dikeroyok, Bermula dari KTP Korban Dirazia Sejumlah Suporter Persib Bandung

Berita Populer