Kanal

Semangat Berkorban

Serambi Indonesia Serahkan Hewan Kurban -

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Maidah: 27).

Setelah merayakan Idul Adha, kita sepatutnya semakin bersemangat untuk berkorban. Tentunya bukan hanya berkorban dalam bentuk harta benda, seperti binatang ternak. Juga kurban dalam bentuk kerelaan untuk membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari dan menyerahkan sesuatu pada yang lebih berhak. Yang ini juga tak kalah jauh besar maknanya.

Bahkan berkurban dalam bentuk lembu dalam kambing, tetapi dari hasil menyulitkan orang lain, itu berdosa. Misalnya, sewaktu bekerja, banyak menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan. Waktu banyak dihabiskan di warung kopi, sedangkan yang lelah melayani masyarakat adalah staf-staf honorer. Yang demikian, tidak halal memakan gaji dan menyisihkannya untuk kurban. Allah berjanji tidak akan menerima, kecuali yang baik-baik saja.

Karena itu, jika ingin agar kurban tidak sia-sia, kita harus berusaha memperbaiki diri sejak sekarang. Perlu berusaha mengorbankan waktu untuk bekerja agar bernilai ibadah. Mnyerahkan jabatan pada orang yang memiliki kemampuan, kejujuran, dan komitmen yang tinggi untuk bekerja dalam mengurus urusan-urusan rakyat, juga termasuk bagian dari semangat berkorban. Sedangkan memaksakan diri atau saudara sendiri agar menduduki jabatan tertentu demi uang, itu termasuk memperturutkan hawa nafsu, yang bertolak belakang dengan perilaku orang yang bertakwa.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer