Kanal

Rekanan OTT Pungli Residivis Kasus Korupsi

OTT di Dinas Pendidikan Aceh Barat -

* Pernah Dihukum 6 Tahun di LP Meulaboh

MEULABOH - Seorang rekanan berinisial MB (40) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Aceh Barat ternyata pernah tersandung kasus tindak pidana korupsi (tipikor) sebuah proyek di Nagan Raya.

Pria MB yang ditangkap dalam kasus pungutan liar (pungli) atau fee proyek bersama satu pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) dan tiga lain yang sudah ditetapkan tersangka tersebut pernah dihukum 6 tahun penjara atau berstatus residivis.

Informasi diperoleh Serambi kemarin tertangkapnya pria MB menjadi perbincangan di Aceh Barat. Pria tersebut pernah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh selama lima tahun penjara pada tahun 2012 lalu. Kemudian Mahkamah Agung (MA) menambah hukuman terhadap MB menjadi 6 tahun terkait kasus proyek Irigasi Jeuram, Nagan Raya. Saat kasus tersebut MB juga sebagai rekanan.

MB sudah setahun lebih bebas dari menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B Meulaboh. Sumber-sumber di Nagan Raya dan Aceh Barat kemarin membenarkan MB yang ditangkap OTT oleh Polres Aceh Barat merupakan mantan nara pidana (napi) yang tersandung kasus korupsi bersama sejumlah pejabat lain dari Pemerintah Aceh pada tahun 2012 lalu dengan dana APBA.

Saat ini penyidik Polres Aceh Barat juga sedang mendalami data akurat terhadap status MB. Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK ditanyai Serambi kemarin terkait informasi bahwa MB merupakan mantan napi kasus korupsi menyatakan pihaknya masih akan mengali informasi tersebut termasuk akan berkoordinasi dengan pihak PN Tipikor Banda Aceh.

“Akan kita surati PN. Termasuk mencari informasi soal laporan itu,” katanya. Kapolres juga menambahkan untuk jumlah tersangka kasus pungli tersebut sejauh ini masih lima orang. Sedangkan yang akan diperiksa pada Senin pekan ini yakni Kadis Pendidikan Bismi, sedangkan Sekretaris Dinas dan Kabid Program sudah diperiksa pada Kamis lalu.

“Keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi Sekdis dan Kabid akan menjadi bahan penyidik,” kata Raden Bobby Aria Praksa. Menurutnya terhadap orang-orang atau pihak-pihak yang lainnya akan diperiksa penyidik sejauh ini belum dapat disampaikan terbuka kepada publik. Para pihak yang berkaitan dengan kasus ini semua akan diperiksa.

“Setelah proses pemeriksaan lanjutan selesai akan digelar perkara oleh penyidik untuk menentukan apakah akan bertambah tersangka atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra kembali mendesakan Polres Aceh Barat untuk mengungkap aktor utama di balik kasus pungli/fee proyek dana DAK 2018 di Dinas Pendidikan Aceh Barat.

“Harapan kita tidak terhenti pada lima orang itu. Yang terlibat harus mempertanggungjawabkan sesuai hukum berlaku. Kami memberikan apresiasi kepada polisi yang berhasil mengungkap kasus ini,” katanya.

Menurut Edy, apa yang berhasil diungkap tersebut sudah menjadi rahasia umum bahwa praktik pungli atau fee proyek masih menjadi hal yang kerap terjadi di Pemkab Aceh Barat. Karena itu, diharapkan kepada masyarakat agar melaporkan kepada polisi bila melihat atau mengetahui praktik pungli terjadi.(riz)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Kronologi Anggota The Jak Mania Tewas Dikeroyok Oknum Suporter Persib, sempat Minta Tolong

Berita Populer