Kanal

Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

- WIKIPEDIA

(Menyongsong ‘Annual Meeting IMF-World Bank 2018’ di Bali)

Oleh Apridar

INDONESIA akan menjadi tuan rumah IMF-WB Annual Meetings (AM) pada 12-14 Oktober mendatang. Event yang diselenggarakan oleh World Bank dan International Monetary Fund itu merupakan pertemuan keuangan tahunan terbesar di planet ini. Dalam pertemuan tersebut akan didiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global, serta berbagai isu mutakhir.

Dalam dua periode terakhir AM diadakan di Washington DC, Amerika Serikat. Selanjutnya di tahun ketiga diadakan di negara anggota yang berbeda, yaitu di luar Amerika. Indonesia merupakan negara ke-19 yang menjadi tuan rumah AM. Dengan jumlah anggota IMF kini sebanyak 189 negara, Indonesia barangkali baru dapat kembali menjadi tuan rumah acara tersebut 378 tahun lagi.

Diperkirakan tidak kurang dari 15 ribu peserta akan membanjiri Nusa Dua, Bali, yang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan. Peserta terdiri dari para Gubernur Bank Sentral dari 189 negara anggota IMF, Menteri Keuangan, CEO industri keuangan, akademisi, perwakilan lembaga internasional dan NGO, anggota parlemen, serta awak media.

AM 2018 tidak hanya menarik manusia dalam jumlah besar, tetapi juga merogoh biaya yang tak sedikit. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diberitakan mengalokasikan anggaran penyelenggaraannya sebesar Rp 855,5 miliar. Tahun 2017 anggaran yang telah dikeluarkan mencapai Rp 45,4 miliar. Sisanya akan digunakan tahun ini (m.bisnis.com, 12/05/2018).

Mengundang kritik
Besarnya anggaran AM 2018 mengundang kritik dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan kalimat di tengah situasi beratnya percapaian target penerimaan pajak, Komisi Keuangan DPR mempersoalkan penggunaan anggaran yang besar itu. Hal ini juga dipandang tidak sejalan dengan optimalisasi anggaran untuk belanja produktif yang dicanangkan pemerintah (katadata.co.id, 13/09/2017).

Menanggapi kritik tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, anggaran yang digunakan akan kembali ke masyarakat. Dengan berlangsungnya AM tersebut, tingkat hunian hotel akan meningkat drastis. Pengadaan furnitur, komputer dan alat kelengkapan kantor lainnya dari dalam negeri juga akan bertambah. Menteri Keuangan juga mengemukakan komputer yang digunakan nantinya akan dihibahkan ke sekolah-sekolah setelah acara selesai (katadata.co.id, 13/09/2017).

Menkeu Sri Mulyani meminta masyarakat tidak hanya mengharap manfaat langsung dalam bentuk uang saja, tetapi juga dapat melihat pertemuan ini sebagai kesempatan emas bagi kemajuan perekonomian Indonesia. Melalui showcasing (pemaparan) keberhasilan ekonomi Indonesia dalam kegiatan ini, diharapkan mengundang pandangan positif berbagai negara terhadap Indonesia. Kesan ini pada ujungnya akan berdampak pada masuknya investasi ke Indonesia (kompas.com, 02/03/2018).

Sejalan dengan penyelenggaraan AM 2018, pemerintah juga mengeluarkan biaya untuk infrastruktur pendukung acara. Hitungan Bappenas, biaya infrastruktur ini mencapai Rp 4,9 triliun. Dana yang sangat besar ini digunakan untuk pembangunan underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana, dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Suwung (tirto.id, 27/04/2018).

Halaman
12
Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer