Kanal

Kalah Setiap Hari

-

Oleh: Jarjani Usman

“Katakanlah, ‘Maukah kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya’” (QS. al-Kahfi: 103-104).

Banyak insan di dunia ini yang tiada hari tanpa kekalahan. Setiap hari mengalami kekalahan. Kekalahan ini bukan hanya dari orang-orang yang berpendidikan rendah, tetapi juga yang berpendidikan tinggi dan pejabat negara. Anehnya, walaupun mengalami kekalahan berkali-kali dan terus-menerus, banyak di antara kita yang tak menyesalinya.

Padahal telah diwanti-wanti bahwa untuk hidup nyaman di kampung akhirat yang abadi, setiap diri kita harus berusaha untuk menang setiap hari sewaktu di dunia. Menang bila menetapi kebenaran dan menjauhi kebatilan. Dengan cara demikian, kita akan tersisa amal untuk ditabung sebagai bekal untuk dibawa ke kampung akhirat.

Bila tidak, maka amalan untuk akhirat akan kosong dan bahkan minus. Hal ini bisa terjadi bila tidak mengawal diri sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Misalnya, walaupun telah beribadah, makan pagi dengan “nasi” ghibah, “lauk” kebencian, “sayur” iri hati, dan minum “air” kebohongan. Saat berangkat kerja menaiki kendaraan untuk bermegah-megahan, niat bekerja untuk memperturutkan hawa nafsu, dan bekerja dengan cara tipu-tipu. Kalau begini setiap hari, kita mengalami kebangkrutan atau kekalahan besar setiap hari.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Remaja 18 Tahun Cekik Ibu hingga Tewas lalu Perkosa Mayatnya, Tepergok sang Nenek

Berita Populer