Kanal

Haram Rasa Halal

-

Oleh: Jarjani Usman

“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat” (QS. Al-An’am: 110).

Banyak perbuatan yang sesungguhnya haram dilakukan, tetapi bagi sebahagian orang sudah berubah rasa. Haram sudah terasa halal. Contohnya, walaupun tahu halal haram, perbuatan haram tetap dilakukan bahkan terus-menerus. Ini suatu pertanda sudah memperoleh kenikmatan di jalan haram.

Banyak keadaan demikian bisa dijumpai. Misalnya, di kantor-kantor yang disuruh bekerja adalah para honorer, sedangkan sebahagian orang yang sudah diangkat sumpah untuk mengerjakan pekerjaan tersebut malah banyak menghabiskan waktu di warung kopi. Tak terasa lagi memakan gaji buta adalah dosa. Bila juga bekerja, sebahagiannya tak bersemangat untuk bekerja serius bila tak ada uang tambahan, seperti uang pelicin.

Bahkan ada yang bukan hanya malas bekerja, tetapi juga tega mencuri hak-hak orang lain, yang kini disebut korupsi. Tak peduli itu haram. Bahkan, malas bekerja bila tak memperoleh keuntungan dari perbuatan haram.

Sepantasnya kita menghindarinya. Sebab, hal ini bisa termasuk bagian dari azab di dunia ini. Allah berjanji akan membiarkan hamba-hambaNya yang suka berbuat jahat, tersesat di lembah dosa. Ilmu pengetahuannya menjadi sia-sia, karena tak digunakan untuk bekerja dan menyelamatkan diri dari yang haram.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer