Kanal

Mualem Dukung Prabowo, Abu Razak Perkuat Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak). - DOK SERAMBINEWS.COM

* Pada Pilpres 2019

BANDA ACEH - Desas-desus tentang dua elite Partai Aceh (PA) yang berbeda pilihan untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019 tampaknya kian mengemuka. Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) PA, Muzakir Manaf alias Mualem masih setia dengan Prabowo, sedangkan sekretarisnya, Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak, mengaku kini merapat ke kubu Jokowi untuk memperkuat pengaruh petahana itu di Aceh.

“Saya jelas ke Pak Jokowi, kalau Mualem untuk Pak Prabowo. Saya kira nanti akan kita buat konferensi pers terkait ini,” kata Abu Razak yang mengaku baru berjumpa dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh di Jakarta, saat dihubungi Serambi via telepon, Minggu (2/9) sore.

Perbedaan dukungan pilpres dua elite PA atau Komite Peralihan Aceh (KPA) ini cukup mencengangkan. Wajar saja, selama ini PA memang identik dengan Prabowo (Gerindra) dalam arus dukungan politik nasional. Mualem sendiri selaku pimpinan tertinggi KPA, sejak dulu hingga saat ini masih istikamah dalam barisan Prabowo. Bahkan saat deklarasi Prabowo-Sandiaga S Uno beberapa waktu lalu di Jakarta, Mualem tampak hadir.

Abu Razak sendiri dalam kontestasi Pemilu Presiden 2014 silam juga masuk dalam tim pemenangan Prabowo di Aceh. Mereka bekerja habis-habisan untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta Radjasa saat itu.

Namun cukup mengejutkan, untuk pilpres kali ini, kedua pentolan PA ini berbeda kubu. Ditengarai banyak kalangan, berbedanya pilihan dua tokoh PA kali ini dalam politik nasional, disebut-sebut karena PA ingin melakoni “politik dua kaki”.

Namun, Abu Razak secara tegas membantah isu tersebut. Dia katakan, dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 masih sebatas dukungan pribadi, bukan dukungan partai. “Kalau isu itu ya terserah orang bilang, tapi ini saya bukan atas nama partai, ini masih atas nama pribadi. Saya mendukung Pak Jokowi, Mualem Pak Prabowo, tapi saya belum duduk dengan Mualem soal ini,” kata Abu Razak.

Ia menyikapi santai soal berbedanya pilihan calon presiden dan wakil presiden antara dirinya dengan Mualem pada Pilpres 2019 nanti. Menurutnya, hal itu wajar saja dalam dunia politik. Namun, dia punya alasan tersendiri mengapa memilih Jokowi pada Pilpres nanti.

“Melihat politik itu harus melihat jauh ke depan. Dan, saya melihat selama ini program-program Pak Jokowi jelas di daerah-daerah seluruh Indonesia. Program-program Jokowi yang langsung ke masyarakat, harus kita akui itu, contohnya dana desa,” kata Abu Razak.

Ditanya Serambi apakah perbedaan pilihan dirinya dengan Mualem pada Pilpres 2019 sebagai isyarat pecahnya konsolidasi internal PA? Abu Razak juga membantah tegas hal itu. “Kalau untuk pilihan DPR RI dan pilpres kita tidak pecah. Dulu kan begitu juga, Abu Doto ke Jokowi, kami ke Prabowo. Tidak ada masalah, kalau presiden dan DPR RI kita umumnya ke mana senang,” katanya.

Meski berbeda pilihan dalam presiden dan DPR RI, yang menjadi tugas penting segenap kader dan simpatisan PA adalah memenangkan semua calon anggota dewan di Aceh, dari level DPRK dan DPRA. “Yang penting, PA harus menang, DPRA, DPRK harus menang, harus kuasai parlemen,” imbuhnya.

Lantas, apakah hanya Abu Razak yang merapat ke kubu Jokowi? Bagaimana dengan kader atau pentolan lainnya? Terkait itu Abu Razak menjelaskan saat ini masih hanya dia yang mendukung Jokowi secara pribadi. “Mungkin hari ini masih saya pribadi. Nanti kita akan duduk membahas ini. Yang mau bergabung dengan saya silakan dan tidak kita paksa,” katanya. (dan)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer