Kanal

Bekerja Ikhlas

-

Oleh: Jarjani Usman

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya” (HR. At-Tirmidzi).

Rasulullah SAW mengajak kita untuk bekerja dan belajar dengan ikhlas. Tentunya ada kebaikan tertentu bila kita disuruh demikian. Apalagi dalam kenyataannya, bekerja dan belajar adalah dua hal yang saling memberi pengaruh. Bekerja menghasilkan ilmu praktis dan belajar membantu seseorang untuk bekerja dengan baik. Bahkan dengan bekerja, kita akan bisa belajar seumur hidup. Namun demikian, tak sedikit orang yang tak mau bekerja ikhlas, sehingga yang diperoleh adalah ilmu yang buruk.

Bekerja yang tidak diiringi dengan keikhlasan membuat seseorang semakin jauh dari kebaikan. Setiap hari berusaha mencari celah untuk tidak bekerja dengan baik, walaupun berharap memperoleh hasil yang banyak. Tanpa disadari, perlahan namun pasti, cara demikian semakin memerosokkan diri ke dalam kejahatan. Orang-orang yang sengaja mencari-cari alasan agar tidak bekerja biasanya akan tetap malas hingga akhir hidupnya.
Namun perlu diingat bahwa semua perilaku kita, termasuk cara bekerja, akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Termasuk gaji yang dimakan dari pekerjaan yang disia-siakan.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer