Kanal

Kunci Meraih Ilmu

MAHASISWA baru Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen mengikuti pembukaan Masa Orientasi Studi Kampus (Moska), Jumat (31/8). -

Oleh Teuku Zulkhairi

KAMPUS-KAMPUS negeri saat ini kedatangan ribuan mahasiswa barunya. Dari Darussalam, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry misalnya kedatangan 5.472 mahasiswa dan mahasiswi baru yang akan menuntut ilmu di berbagai fakultas dan jurusan. Sementara Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menerima kehadiran 5.965 mahasiswa baru.

Selain itu, juga ada Universitas Malikussaleh (Unimal), IAIN Lhokseumawe, Universitas Samudra (Unsam), IAIN Langsa, STAIN Gajah Puteh, STAIN Tgk Dirundeng dan seterusnya yang juga menerima kehadiran belasan ribu mahasiswa baru. Begitu juga kampus-kampus swasta di seluruh Aceh yang juga pastinya akan menerima begitu banyak mahasiswa baru.

Kita tidak ragu bahwa tekad mereka menjadi mahasiswa atau mahasiswi sepenuhnya adalah untuk menuntut ilmu. Peribahasa mengatakan, “banyak ilmu makin maju”. Peribahasa lain berbunyi: “Dengan ilmu jadi mudah. Dengan seni jadi indah. Dengan agama jadi terarah”. Imam Syafi’i mengatakan, “Siapa yang ingin bahagia hidupnya di dunia, maka hendaklah dengan ilmu. Siapa yang ingin bahagia hidupnya di akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Dan siapa yang ingin bahagia di dunia dan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu”.

Jadi, ilmu adalah kunci. Ilmu akan mengangkat derajat pemiliknya di hadapan Allah Swt, sebagaimana firman-Nya, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mujadilah: 11).

Maka dalam rekaman sejarah, peradaban Islam dipenuhi oleh catatan yang mengesankan tentang perkembangan keilmuan. Peradaban Islam mampu memberikan pencerahan bagi umat manusia di permukaan bumi ini yang dibuktikan dengan berbagai karya para ilmuan Muslim yang memberi manfaat besar bagi umat manusia. Bahkan karya-karya para intelektual muslim menjadi fondasi utama ilmu pengetahuan Barat modern.Ketika Barat masih dalam kegelapan, umat Islam di Andalusia telah menjadi mercusuar dalam lapangan ilmu dan peradaban.

Iman dan ilmu
Jika kita membaca catatan sejarah, maka kita akan mendapatkan pemahaman bahwa modal utama umat Islam di era kejayaannya adalah iman dan ilmu. Dengan iman dan ilmu itulah mereka diberikan kejayaan oleh Allah. Jadi, ilmu harus seiring sejalan dengan iman. Jika ilmu kita maknai ringkas sebagai usaha mencari pengetahuan, maka iman adalah berkaitan dengan keyakinan kita terhadap enam rukunnya yang disampaikan oleh Jibril kepada Rasulullah saw untuk diberitahukan kepada kita umatnya. Dan iman yang memiliki enam rukunnya sebagaimana dipahami secara istilah bukan hanya memada diucapkan dengan lisan saja, tapi juga dibenarkan dengan hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

Jadi, iman menuntut bukti serius kepada setiap pribadi muslim, yaitu kesedian untuk menjalankan syariat Islam sebagai konsekuensi dari iman. Maka seseorang yang beriman akan menjalankan perintah Allah dan tinggalkan larangan-larangan-Nya. Ia juga akan menjadikan Rasul sebagai teladan hidupnya dan seterusnya. Jadi, iman yang betul akan memberikan kekuatan yang dahsyat bagi setiap muslim. Dan inilah pandangan hidup Islam yang mesti dipahami oleh setiap penuntut ilmu. Bahwa upaya menuntut ilmu tidak boleh lepas dari iman.

Menurut Hamid Fahmi Zarkasyi (2010: 68), jika substansi peradaban Islam adalah pandangan hidupnya, maka membangun kembali peradaban Islam adalah memperkuat pandangan hidup Islam. Hal ini dilakukan dengan menggali konsep-konsep penting khazanah ilmu pengetahuan Islam dan menyebarkannya, agar dimiliki oleh kaum terpelajarnya yang secara sosial berperan sebagai agen perubahan dan secara individual akan menjadi decision maker.

Lalu, apakah kunci dari ilmu tersebut? Salah satunya adalah takwa, sebagaimana Firman-Nya, “... dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. al-Baqarah: 282). Menurut Ibnu Katsir (Ibnu Katsir Jilid 1, terj. M. Abdul Ghoffar,: 725), “Allah mengajarmu” di atas adalah seperti firman Allah Swt, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan.” (QS. al-Anfaal: 29). Furqan adalah petunjuk yang dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil. Dapat juga diartikan sebagai pertolongan.

Halaman
12
Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer