Kanal

Berdayakan Anak Yatim dengan Skill

Dr Fauzi Saleh Lc MA -

Kewajiban memelihara, menyantuni, dan memuliakan anak yatim hingga usia baligh merupakan salah satu perintah yang sangat dianjurkan dalam Islam, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya.

Pemeliharaan serta pembinaan anak yatim dalam Islam tentunya tidak hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat fisik saja secara materi seperti kebutuhan makan minum, pakaian dan tempat tinggal yang layak, tetapi secara umum juga meliputi hal-hal yang bersifat psikis seperti memberikan pendidikan dan ilmu agama.

Salah satu yang juga dianjurkan untuk pemberdayaan anak yatim adalah dengan mengajarkan penguasaan kemampuan atau ketrampilan skill sesuai dengan keahlian/bakat yang dimiliki dalam menjalani kehidupannya. Sehingga ketika usia dewasa kelak bisa mandiri dan mendapatkan penghasilan dari skill yang dimiliki.

Demikian antara lain disampaikan Ustaz Dr Fauzi Saleh Lc MA (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry) saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (5/9) malam.

“Ini yang sekarang mungkin perlu juga menjadi perhatian kita bersama dalam memelihara dan menyantuni anak yatim ke depan di tengah masyarakat. Selain memberikan santunan materi secara fisik, perlu juga dilakukan upaya untuk menyiapkan kemampuan skill dan ketrampilan menurut bakat anak-anak yatim lewat berbagai pendidikan dan pelatihan yang disiapkan,” ujar Ustaz Fauzi Saleh.

Menurutnya, pemberdayaan anak yatim dengan menyiapkan ketrampilan dalam hidupnya, harus menjadi prioritas masyarakat dan pemerintah saat ini. Memelihara kini sudah saatnya juga beralih dari santunan materi, kepada ketrampilan profesi. Sehingga sebagai bentuk kemuliaannya tidak selamanya anak yatim ini bergantung pada santunan materi dari sedekah/santunan dari berbagai pihak yang peduli, tanpa memiliki ketrampilan apa-apa dalam hidup yang mendatangkan penghasilan sendiri.

“Kalau soal santunan materi, saya kira kemampuan kita terbatas untuk membantu anak yatim selamanya sampai usia baligh. Untuk beberapa kali bisa kita beri santunan per bulan atau per tahun saat bulan Puasa Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri serta Idul Adha, tapi dengan skill yang diajarkan bisa menjadikan pemberdayaan selamanya, sesuai dengan kecenderungan/bakat anak yatim,” tegasnya.

Apalagi di zaman teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini yang memasuki era revolusi industri, tanpa kemampuan skill yang dimiliki seseorang akan sangat sulit bersaing dan mendatangkan penghasilan. “Karenanya, saya mengajak kita semua untuk menyantuni dan memelihara anak yatim dengan menciptakan program pemberdayaan untuk melahirkan ketrampilan skil mereka bisa pelatihan menjahit, peternakan, pertanian, bengkel, IT, menulis, wirausaha, serta kemampuan untuk menciptakan semangat enterpreunuership setelah memiliki keahlian,” terangnya.

Dengan ketrampilan skill tersebut, jika anak yatim ini membutuhkan bantuan modal untuk berusaha, maka perlu keterlibatan masyarakat dan pihak-pihak terkait termasuk pemerintah tentunya, untuk membantunya.(*/nal)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer