Kanal

Kedaulatan Negara

-

Oleh: Jarjani Usman

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya” (QS. At-Taubah: 122).

Suatu ketika sebuah keluarga dari bekas negara jajahan Uni Soviet, Rumania, ditanya tentang agamanya. Dijawab oleh ibunya bahwa mereka beragama Islam. Namun ia hanya mengenal Islam pada waktu kecilnya saja, saat dibawa ke masjid oleh ibunya, sedangkan sekarang sudah tak tahu apa-apa tentang Islam. Tak pernah lagi shalat dan puasa, karena dianggap percuma dan mengganggu waktu kerjanya. Makan babi dan minum minuman keras sudah biasa.

Jawaban itu sangat mengejutkan dan memperihatinkan bagi kita, tetapi mungkin bagi mereka sudah terasa biasa. Mereka lahir dan dibesarkan di negara yang telah dipengaruhi negara lain yang komunis. Itulah akibat dari hilangnya kedaulatan suatu negara, yang berdampak buruk ke berbagai sendi, termasuk dalam beragama warganya.

Makanya kita perlu bahu-membahu mempertahankan kedaulatan negara kita dari rongrongan negeri lain. Bukan hanya mempertahankan diri secara militer, tetapi juga dengan bersungguh-sungguh belajar agar menjadi orang-orang yang memperbaiki dan memperkuat diri, keluarga, agama dan negeri di segala bidang.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Dilakukan Haris Simamora

Berita Populer