Kanal

Bupati Aceh Barat Di-PTUN-kan

Ramli MS, Bupati Aceh Barat -

* Terkait Pemecatan Keuchik

MEULABOH - Lima dari puluhan keuchik di Aceh Barat yang diberhentikan oleh Bupati H Ramli MS ramai-ramai mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh karena tidak bisa terima keputusan sepihak yang dinilai semena-mena itu.

Upaya hukum yang ditempuh melalui jalur PTUN tersebut merupakan lanjutan dari aksi demo oleh para keuchik ke DPRK Aceh Barat beberapa pekan lalu. Mereka menyampaikan aspirasi ke DPRK agar keputusan pemecatan itu ditinjau ulang. Menurut informasi, ada 25 keuchik yang dipecat oleh Bupati Ramli MS sejak beberapa bulan terakhir. “Keuchik dan bupati sama-sama dipilih rakyat, kenapa seenaknya main pecat,” begitu antara lain disuarakan oleh keuchik ketika demo ke DPRK.

Laporan terbaru yang diterima Serambi menyebutkan, lima keuchik yang sudah mendaftarkan gugatan ke PTUN masing-masing Miswar (Keuchik Pasi Mali, Kecamatan Woyla Barat), Husaini (Keuchik Suak Trieng, Kecamatan Woyla), Anwar (Keuchik Pasi Lunak, Kecamatan Woyla), Bustamam (Keuchik Keureuseng, Kecamatan Samatiga, dihentikan sementara), dan Kamaruzzaman (Keuchik Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI, dihentikan sementara). Dua keuchik lain yang juga dipecat sudah menjadwalkan mendaftarkan gugatan ke PTUN pada Rabu dan Kamis, 12-13 September 2018.

Isi gugatan antara lain tindakan Bupati Aceh Barat Ramli MS menerbitkan SK pemberhentian dan pemberhentian sementara keuchik tidak melalui mekanisme atau aturan perundangan seperti UU Nomor 6/2014 tentang Desa, Peraturan Pemerintah RI Nomor 6/2014 tentang Desa, dan Qanun Aceh Nomor 4/2009 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik.

Pengacara kelima keuchik, Syahrul yang ditanyai Serambi membenarkan ada lima mantan keuchik yang mendaftarkan gugatan ke PTUN dan akan segera menyusul dua orang lagi. “Majelis hakim PTUN Banda Aceh sudah menjadwalkan pada 19 September pembacaan gugatan dan jawaban tergugat,” kata Syahrul dari Kantor Pengacara TSA Advocates Banda Aceh.

Sekda Aceh Barat, Adonis yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (11/9) mengatakan Bupati Ramli MS telah membentuk tim kuasa hukum untuk menghadiri persidangan PTUN Banda Aceh terkait gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah mantan keuchik. “Tim ditunjuk Pak Bupati dari Bagian Hukum Setdakab dan tim kuasa khusus dari jaksa selaku pengacara negara,” kata Adonis.

Menurut Adonis, pemberhentian keuchik hanya bersifat sementara yakni adanya temuan Inspektorat terkait dana desa. Namun ketika temuan sudah diselesaikan dengan jangka waktu paling lama 60 hari tentu akan dikembalikan jabatan seperti semula. “Itu hak mereka. Pemkab Aceh Barat mempunyai dasar hukum untuk memberhentikan itu,” katanya.

Keuchik dilapor ke jaksa
Bupati Aceh Barat, Ramli MS melaporkan sejumlah keuchik di wilayahnya ke kejaksaan atas temuan Inspertorat terkait hasil audit dana desa. Laporan itu dinilai oleh beberapa kalangan di daerah itu sebagai bentuk perlawanan para mantan keuchik yang mem-PTUN-kan Bupati Ramli MS karena telah memberhentikan mereka tidak sesuai ketentuan. Menurut informasi, dari tujuh berkas pelaporan oleh bupati ke jaksa, dua di antaranya adalah keuchik yang melayangkan gugatan PTUN.

Sekda Aceh Barat, Adonis didampingi Kabag Hukum Mawardi SH kepada Serambi mengatakan ada sejumlah desa yang dilakukan audit dana desa oleh Inspektorat. “Bupati melaporkan ke jaksa karena tidak ada langkah penyelesaian oleh pihak desa,” kata Adonis.

Dikatakan Adonis, dalam aturan sebenarnya setiap temuan harus diteruskan ke penegak hukum. Namun terkadang pemkab masih memberikan pembinaan kepada keuchik tetapi malah tidak diselesaikan. “Ada keuchik sudah diberhentikan dan berjanji membayar yang menjadi temuan. Tapi dia utang dan ketika itu dia kembali mengambil dana desa itu untuk membayar utang,” kata Adonis.

Kajari Aceh Barat, Ahmad Sahruddin MH membenarkan ada tujuh pelaporan terkait dana desa oleh bupati yang diserahkan ke pihak jaksa. Dalam mengusut kasus tersebut, jaksa akan melihat fakta hukum. “Bila ditemukan penyimpangan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan namun kalau tidak ditemukan tentu tidak diteruskan meski itu dilaporkan oleh Pemkab Aceh Barat,” kata Kajari Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Jelang Pernikahan Mantan, Pria di Kalimantan Tengah Mengamuk Bunuh Bibi dan Ibu Kandungnya

Berita Populer