Kanal

Ini Capaian Pembangunan Rumah Korban Gempa di Pidie Jaya, Begini Warning Wabup

Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya (Kanan) mengawasi pembangunan rumah rusak berat korban gempa di Kecamatan Trienggadeng, Rabu (12/9/2018). - SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Hingga akhir bulan Agustus 2018 capaian Rehabilitasi dan Rekontruksi (Rehab Rekon) terhadap pembangunan rumah rusak berat dan sedang pasca gempa Pidie Jaya (Pijay) telah mencapau 63, 11 persen. Sementara untuk rumah rusak sedang telah mencapai 75,08 persen.

"Saya berharap akhir tahun ini semua rumah yang rusak berat dan sedang dapat dituntaskan sehingga para korban gempa yang menempati Hunian Sementara (Huntara) dalam satu tahun lebih dapat menempati rumah yang baru," harap Wakil Bupati Pijay, H Said Mulyadi SE MSi kepada Serambinews.com, Rabu (12/9/2018).

Kondisi realisasi ini secara merata di delapan kecamatan dimana pembangunan rumah sebanyak 2.199 unit telah mencapai 63,11%,.

Baca: Pembangunan Rumah Korban Gempa di Kuta Pangwa Diprotes Warga, Ada yang Tiangnya Miring

Semua pembangunan rumah rusak berat itu dikerjakan oleh 277 Kelompok Masyarakat (Pokmas).

Mereka mengelola dana hibah pembangunan dari pemerintah pusat atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 186.915.000.000.

Setiap rumah rusak berat masing-masing mendapat jatah dana Rp 85 juta.

Sementara pelaksanaan pembangunan Rehab Rekon untuk rumah rusak sedang sebanyak 2.799 unit.

Alokasi dana Rp 55.980.000.000 yang dikerjakan oleh 277 Pokmas.

Baca: Rumah Korban Gempa di Pijay Wajib Dicat dengan Warna Ini, Kalak BPBD: Tak Boleh Ditawar-tawar

Saat ini realisasinya telah mencapai 75,08 persen. Setiap rumah mendapat Bantuan Dana Rumah (BDR) Rp 20 juta.

Semua pekerjaan dalam tahapan Rehab Rekon ini mendapat pengawasan secara ketat oleh pihak Konsultan Manajemen serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Bagi siapa saja yang meyimpang, maka konsekuensinya akan berhadapan dengan hukum. Apalagi dalam persoalan ini menyangkut dengan keuangan negara," tegasnya.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Serambi Indonesia

Satu Keluarga di Bekasi Tewas, Tetangga Dengar Korban Telepon Bahas Uang dan Mobil dengan Nada Keras

Berita Populer