• SUNGGUH, tidak ada yang lebih kha daripada Mustafa Musa. Bahkan jika ia berjalan di pasar, seakan bukan
    Cerpen 5 hari lalu
  • ANGIN bertiup kencang sepanjang pagi awal Februari 1999. Pertanda kemarau panjang akan dimulai dalam beberapa hari. Di langit
    Minggu, 24 Januari 2016
  • Dalam gelap kemarin, hanya matamu yang terang
    Puisi Minggu, 24 Januari 2016
  • Mendung mengurung diri dalam mataku, Hanya untuk beberapa saat
    Puisi Minggu, 24 Januari 2016
  • SEJAUH pandangan JalanDelhi lurus ke depan. Mobil, angkutan kota, motor, tak berhenti lalulalang
    Cerpen Minggu, 17 Januari 2016
  • BULAN sabit yang menggantung di langit malam pada penghujung bulan Desember kali ini, turut menyumbang
    Cerpen Minggu, 10 Januari 2016
  • Langit memerah Sejak cahaya hilang, redup
    Cerpen Minggu, 10 Januari 2016
  • Nyatanya kau masih tetap hidup bersama tungku-tungku membakar rindu
    Puisi Minggu, 10 Januari 2016
  • aku membisu bagai singa meraung tanpa suara
    Puisi Minggu, 10 Januari 2016
  • Saban hari, waktu seakan kian mencekik Aina. Ia kerap kehilangan lolongan anjing di kala malam atau kehilangan lembab udara di waktu pagi
    Cerpen Minggu, 27 Desember 2015
  • MURAL yang dilukis oleh Idrus bin Harun merupai sisa bangkai ayam yang telah dimakan anjing. Seekor anjing yang memakan ayam
    Cerpen Minggu, 27 Desember 2015
  • kita terkadang ombak melekat pada daun daun. seperti embun embun birahi
    Puisi Minggu, 27 Desember 2015
  • Assalamualaikum Sahabat Serambi Kids. Kenalkan, ini teman barumu, Putro Geubrina Rizki Azhari
    Cerpen Minggu, 20 Desember 2015
  • SEORANG tukang obat keliling telah menyaru sebagai perwira polisi sebanyak tiga kali, enam kali sebagai kadi
    Cerpen Minggu, 20 Desember 2015
  • bagi pemimpin kita ini anjing
    Puisi Minggu, 20 Desember 2015
  • AIR bah kuning kental itu berasal dari puncak Gunung Damaran
    Cerpen Minggu, 13 Desember 2015
  • angin ribut meniup dedaunan semak belukar belantar
    Puisi Minggu, 13 Desember 2015
  • Akhirnya mekar jua bunga ini setelah lelah mengisah harum
    Minggu, 13 Desember 2015
  • erwarna merah muda itu meleleh perlahan di jariku. Lalu, secepatnya kumasukkan cubitan kecil kapas gula
    Cerpen Minggu, 6 Desember 2015
  • Hari ini aku melihat buku-buku begitu cemburu di rak kedua seorang penyair masih saja menghitung hujan
    Puisi Minggu, 6 Desember 2015
  • Embun tak lupa Karena pagi selalu datang
    Puisi Minggu, 6 Desember 2015
  • TAK sia-sia, aku berada di posisi yang sudah lama aku incar. Tak ada yang tahu rencanaku, kecuali Tuhan. Orang tua?
    Cerpen Minggu, 29 November 2015
  • mencari emak di rumput yang dingin diakarnya berserabut tanah yang gembur batu-batu, pasir-pasir tak terhitung
    Puisi Minggu, 29 November 2015
  • Kuberikan cendera mata sebagai tanda bahwa aku menyukaimu kau yang sedang khusuk dengan dunia barumu “Ini,” aku berkata dari kejauhan
    Puisi Minggu, 29 November 2015
  • SAYA, mungkin sama seperti kalian yang membaca cerita ini, tidak mengerti persis, mengapa letak Ruang 7 itu mesti di sudut
    Cerpen Minggu, 22 November 2015
  • sepotong sore yang jatuh dari matamu membaringkanku bersamanya
    Puisi Minggu, 22 November 2015
TRIBUNnews.com © 2016 About Us Help