SerambiIndonesia/

Cerpen - Budaya

  • Perempuan yang Berjalan di Atas Air

    Gampong rimung bukanlah kampung biasa. Selama bertahun-tahun tak ada yang tahu persis dimana
  • Cincin Emas Putih di Jari Manis Tangan Kiri

    BULAN sudah tua. Sinar matahari tampak puncak hari itu. Namun panasnya luar biasa. Apalagi sejak pohon asam
  • Puisi

    Angin Pagi Koetaradja

    angin pagi Aidul Fitri disini dahulu angin segar meneguk gurih asap penganan
  • Cerpen

    Jengek

    UDARA terasa segar hari ini. Marzuman menyisap rokoknya dengan perasaan menyenangkan
  • Cerpen

    Kelingking

    PULUHAN tahun telah berlalu, tetapi tinta ungu pada jari kelingking Samsul bin Ridwan tak juga bisa hilang
  • Cerpen

    Musik Indonesia Hari Ini

    MELIHAT hingar-bingar musik Indonesia dewasa ini menarik untuk dibahas dan dikritisi. Apalagi penggunaan kalimat ‘Musik Indonesia’
  • Bayangan Terakhir

    HUJAN belum lagi reda, namun aku harus pulang sebelum matahari tenggelam. Melihat setumpuk pekerjaan
  • Kisah Putroe Neng

    BICARA sejarah, Aceh tercatat memiliki banyak sekali wanita hebat dan perkasa, seperti Cut Nyak Dien dan Cut Mutia
  • Apresiasi

    Ayah Ubit

    Begitulah, salah satu bait lagu “Geunang Geudong” karya Ayah Ubit dizaman 1960-an
  • Cerpen

    Pemburu Mephistopeles

    Setelah gagal menjadi penulis, Jarimundir sering tidur di tikungan jalan. Menjelang tengah malam
  • Penodongan di Sebuah Bank Pada Bulan Muda

    LELAKI berseragam coklat muda sudah sepuluh menit berada di depan teller Perempuan berhijab lebar dan berbadan tambun semakin
  • Cerpen

    Suara Siluman

    MALAM merangkak perlahan di antara terpaan cahaya rembulan yang dingin dibalut embun
  • Cerpen

    Makam di Bawah Pohon Tua

    PADA siang hari saja, pohon itu nampak angker. Cahaya matahari yang menimpa pohon itu sering
  • Cerpen

    Damaran

    Sungai Damaran baru saja tenang setelah marah meluap-luap. Dua hari lalu airnya naik hingga beberapa meter. Semenjak
  • Cerpen

    Pembunuhan!

    PEMBUNUHAN! Pembunuhan! Seorang ibu berteriaksaat melewati jembatan Jambong dengan motor matiknya. Lampu depan motor langsung enerabas hutan
  • Cerpen

    Abu Berpakaian Kantoran

    BUNYI suara bel sepeda membuatku langsung melihat ke belakang. Beberapa meter daritempatku
  • Cerpen

    Pasukan Cap Sauh

    PERNAHKAH kau mendengar tentang Pasukan Cap Sauh? Tidak banyak lembaran sejarah
  • Cerpen

    Air Terjun Perawan

    BEGITU melihat dua mata air yang dipacangkan bambu, ingatan Zidar kembali ke masa lima tahun yang lalu
  • Puisi

    Kenangan Masa Kecil

    Buaian itu masih mengendap meskipun waktu akan tetap melemparnya
  • Bocah Suci

    Bocah itu menenteng rantang dan berjalan di tengah hutan sendirian. Barangkali anak-anak sebayanya masih meringkuk di atas kasur
  • Cerpen

    Ramalan

    BUKU-BUKU tersusun rapi dirak. Di samping lemari baju, terdapat sebuah cermin yang
  • Cerpen

    Lelaki Tua yang Menyimpan Luka di Tangan

    Jika hari menjelang petang, anak-anak kampung Cot Jeumpa yang berusia belasan tahun
  • Puisi

    Kami Berkelana Seperti Orang Lain

    Kami berkelana seperti orang lain, Tetapi kami tak pernah kembali.
  • Cerpen

    Rumah Tuhan

    MESTINYA kukabarkan kepada kalian lebih panjang perihal petaka ini
  • Puisi

    Berikan Aku Ramadan

    Berikan aku Ramadan Ini pinta ikhlasku pada-Mu Berikan yang cantik jelita
  • Cerpen

    Perhitungan dengan Ampon Lah

    TERKUTUKLAH Ampon Lah! Seorang uleebalang yang telah meminang pujaanku, bungong jeumpa yang kelak akan menghias taman hatiku
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help