SerambiIndonesia/

Puisi - Budaya

  • Puisi

    Sejoli

    Dua sejoli burung terbang di atas laut senja pulang ke sarang. Sendiri aku berjalan
  • Puisi

    Palmerah

    di stasion ini hujan begitu gegas seperti rindu sepasang kereta saling memburu namun tak pernah bertemu
  • Puisi Sembilan Penyair Aceh Dipilih dalam 'Antologi Puisi Indonesia' Terbitan Yayasan Lontar

    Antologi setebal 790 halaman itu, menampilkan 460 puisi karya 240 penyair Indonesia, "Melacak Sejarah Bangsa Abad ke-20 Melalui Puisi."
  • Tanpa Kawan

    ini pagi tak seperti kemarin aku tanpa kawan menikmati segelas kopi angin mati
  • RANUB BOULEVARD COFFE ACEH Gelar Baca Puisi Penyair Indonesia

    "Sebelumnya kita juga menyelenggarakan serangkaian acara, seperti peluncuran buku 'Luka Pidie Jaya' dan lain-lain,"
  • Puisi

    Perjalanan Jauh

    Aku sedang berkemas menyiapkan segala keperluan perjalanan yang akan kutempuh begitu jauh tak ada hitungan mil ke berapa sampai
  • Puisi

    Suatu Senja di Bukit Lamreh

    Setelah tujuh puluh empat anak tangga aku merasa cukup tinggi dalam kesunyian angin di atas mekar teratai batu aku mendengar serapah seperti kutuk
  • Puisi

    Kalakanji

    Bagaimana jika sebelum ini, aku adalah kalakanji dan kau celana katun yang dipakai seorang pengembala atau sepotong gaun gadis
  • Begitulah

    terkadang kita tidak bisa mengucapkan selamat tinggal pada tiang dermaga pada teluk
  • Puisi

    Cerita tentang Teh

    dua gelas teh, selalu kusiapkan setiap pagi dan malam selalu. segelas buatku, segelas buatmu. kita minum berdua, sambil rancangkan masa depan, dan bin
  • Puisi

    Rintik-rintik Harapan

    wajah kami saban hari menadah ke langit melihat awan gelap di udara berharap ada butiran
  • Puisi

    Hujan Yang Membawamu Pergi

    Bukan hujan yang membawa kepedihan Bukan hujan yang menjadikan perpisahan
  • Puisi

    Hujan Bulan Ini

    Kaubilang hujan itu indah Ketika air jatuh dan mengenaimuKau menjelma pelangi
  • Puisi

    Menulis Puisi Melankolis

    Hari ini menjadi hitungan genap untuk kita saling menghilangkan jejak,
  • Puisi

    Anak Sungai

    jam tujuh pagi telah tuntas mencuci piring setelah isi perut mobil-mobilan tergeletak di bawah jendela kamar
  • Puisi

    Pasie Karam

    Pasie Karam. Gemetar hatiku jika mendengar kisahmu berathun berbilang
  • Puisi

    Tambora

    tambora muntah darah malam hari moyang kami bercerita; ketika bulan luruh
  • Aceh Sehari Bersama Penyair 8 Negara

    Seminar bertema“ Perbandingan Sastra Antar Bangsa” dibuka untuk umum digelar mulai pukul 08.30 WIB–Pukul 12.45 WIB, dilanjutkan bedah buku dari pukul
  • 27 Judul Buku Puisi Diluncurkan di Temu Penyair 8 Negara

    “Mudah-mudahan peluncuran buku puisi 27 penyair di temu penyair 8 negara ini, menjadi cacatan sejarah bagi Aceh dan Nusantara,”
  • Tawakkal

    Berkurun waktu aku menunggu bayang-bayang raib dalam keteguhan
  • Puisi

    Setapak Jalan Berbatu

    bertahun-tahun kita lewati jalan ini bertemu setapak berbatu di penghujung persimpangan;
  • Puisi

    Lawe Bulan

    tak ada waktu menggantungkan hidup pada impian. Aku saksikan sungai-sungai masih mengalirkan
  • Puisi

    Sepasang Mata Ibu

    Dalam gelap kemarin, hanya matamu yang terang
  • Puisi

    Harapan

    Mendung mengurung diri dalam mataku, Hanya untuk beberapa saat
  • Puisi

    Pulang

    Nyatanya kau masih tetap hidup bersama tungku-tungku membakar rindu
  • Puisi

    Rindu

    aku membisu bagai singa meraung tanpa suara
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help