Nuzulul Quran
Kamis, 18 Agustus 2011 11:04 WIB

Oleh Ustaz Jefry Al Bukhori
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Barang siapa yang meyaksikan di antara kamu bulan Ramadhan hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. al-Baqarah : 185)
PARA pembaca yang dirahmati Allah SWT, Ramadhan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari siksa neraka. Bulan yang padat dengan nilai-nilai utama. Setiap amal akan dilipatgandakan pahalanya.
Di dalam bulan Ramadhan telah terjadi peristiwa yang sangat bersejarah bagi ummat Islam, yaitu peristiwa pertama kali diturunkannya Alquran oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Bahkan seluruh kitab kitab samawi juga diturunkan pada bulan Ramadan seperti yang terungkap dalam riwayat Imam Ahmad bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Shahifah Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada malam keenam bulan Ramadhan. Injil diturunkan pada malam ketiga belas bulan Ramadhan. Zabur diturunkan pada malam kedelapan belas bulan Ramadhan.”
Ketika pertama kali ayat Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, ini merupakan peristiwa yang sangat monumental dan memiliki arti sangat penting. Dengan turunnya surat al-‘Alaq ayat 1 5 bertarti secara resmi beliau telah diangkat oleh Allah SWT menjadi seorang nabi terakhir.
Para pembaca yang dirahmati Allah SWT, kitab suci Alquran tidak langsung diturunkan secara sekaligus kepada Nabi Muhammad swa, melainkan secara berangsur angsur, sedikit demi sedikit, sesuai dengan keperluan serta situasi dan kondisi yang dihadapi Nabi Muhammad saw.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surah al-Israa ayat 106 yang artinya: “Dan Al Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur angsur agar kamu membacakannya perlahan lahan kepada manuisa dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” Cara penurunan ayat ayat al Quran seperti ini akan lebih mengena dan lebih mudah diterima oleh beliau dan para sahabat.
Oleh karenanya pada waktu itu tidak sedikit para sahabat Nabi yang mampu menghafal Alquran di luar kepala. Beberapa fungsi Alquran sebagai kitab suci adalah sebagai petunjuk (al-Huda), pemisah antara yang haq dan yang bathil (al-Furqan), penjelas (al-Mubayyin), pengarah kepada setiap yang berguna (ar-Rusyd), sebagai bukti kasih saying Allah SWT (Rahmat), penerang kehidupan (an-Nuur), obat bathin (as-Syifa), dan lain lain.
Para pembaca yang dirahmati Allah SWT, di bulan mulia ini mari kita sama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, satu di antaranya dengan mengisi waktu waktu senggang kita dengan membaca Alquran.
Dari Ibnu Abbas ra beliau megatakan ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah SWT?” Beliau menjawab: “Al hal wal murtahal.”
Orang tesebut bertanya lagi: “Apakah itu al hal wal murtahal, wahai Rasulllah?” Rasulullah menjawab: “Yaitu membaca Al Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.”
Generasi para sahabat Rasulullah adalah generasi terbaik, karena mereka memiliki ihtimam yang sangat besar terhadap Alquran. Minimal ada tiga faktor yang menjadikan mereka mampu mencapai generasi terbaik.
Pertama, karena mereka menjadikan Alquran sebagai satu satunya sumber pegangan hidup dan membuang jauh jauh berbagai sumber pegangan hidup lainnya. Kedua, ketika membacanya mereka tidak memiliki tujuan tujuan untuk tsaqafah, pengetahuan, menikmati keindahan ataupun tujuan-tujuan lainnya.
Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika mereka masih dalam kehidupan jahiliyah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran ataupun kebudayaan.***
Editor : bakri
Share on Facebook