Sriwijaya Post
home / ramadhan

Madrasah Ramadhan

Selasa, 23 Agustus 2011 10:53 WIB
Oleh Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, M.A.

MADRASAH merupakan kata dalam bahasa Arab yang artinya sekolah. Asal katanya yaitu darasa, mengajar. Di Indonesia, madrasah dikhususkan sebagai sekolah (umum) yang kurikulumnya terdapat pelajaran-pelajaran tentang keislaman, sehingga dikenal ada madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiah (MTs), hingga madrasah aliah (MA) yang setara dengan SMA.

Namun, dalam tulisan ini madrasah yang kita maksudkan adalah tarbiyyah, artinya mendidik/mengajarkan, karena Ramadhan akan mendidik kita berbagai macam kecerdasan, baik kecerdasan emosional, spiritual, sosial, maupun kecerdasan intelektual.

Sebuah kelaziman bagi kita umat muslim, kedatangan Ramadhan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, mulai dari shaum sya’ban, berinfak, bahkan di bulan Rajab saja keinginan besar datangnya Ramadhan sudah diutarakan; “Allahumma baarik lana fii Rajab wa sya’ban wa ballighna Ramadhan” (Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syakban ini, serta sampaikan kami di bulan Ramadhan).

Ramadhan seakan menjadi starting point bagi kita umat Islam dan alangkah ruginya jika bulan yang penuh berkah yang dinantikan itu dilewatkan. Dalam hadis lain dinyatakan, “Man shaama ramadhanan imaana wa ikhtisaban gufiralahu ma taqaddama min dzanbihi” (Barangsiapa yang menyambut bulan Ramadhan dengan penuh keimanan, maka diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu).

Artinya, Ramadhan tak ubahnya sebuah madrasah. Madrasah yang menarbiyahkan kita menjadi sarjana-sarjana yang berpredikat takwa. Sejauh ini belum ada di manapun sebuah madrasah, ma’had, dan sekolah tinggi lainnya yang mampu menciptakan orang-orang dengan predikat takwa. Sungguh luar biasa dan tentunya ada prasyarat yang harus kita penuhi lebih dulu sebelum memasuki madrasah yang langsung dari pengawasan Allah ini, yaitu kita diminta untuk dapat memiliki ijazah keimanan lebih dulu, karena tanpa ijazah keimanan tentunya tak akan mungkin predikat takwa kita dapatkan, karena yang diimbau dalam madrasah Ramadhan ini adalah hanya untuk orang-orang yang beriman sebagai mana dinyatakan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.

Dengan bekal keimanan tadi kita diajarkan berbagai macam kurikulum. Di bulan Ramadhan kita berpuasa, di sini kita dilatih dan dididik tentang makna sebuah kesabaran, mengendalikan nafsu baik itu yang berpusat di perut, ataupun di bawahnya, serta menahan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi hal-hal yang maksiat dan dilarang Allah.

Dengan berpuasa kita juga diperkenalkan tentang sebuah pengenalan psikologi. Memahami bagaimana rasanya lapar dan bagaimana pula yang dirasakan oleh orang-orang yang senantiasa menjadikan rasa lapar sebagai mainan kehidupannya. Sehingga dengan pemahaman ini kita mampu menyadari tentang arti rasa lapar dan secara otomatis kita dapat memahami efek sosialnya. Dengan demikian, kita juga diajarkan bagaimana indahnya berbagi, bagaimana sebuah kebahagiaan itu datang dari sekeping logam.

Dengan demikian di madrasah ini, pada akhirnya Allah akan meluluskan kita dengan menyematkan predikat takwa pada diri kita, sehingga kita digolongkan sebagai al-muttaqien. Sebagaimana Allah berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al-Hujarat 13).

Oleh karena itu, mari kita tingkatkan iman dan ketakwaan kita pada saat-saat akhir bulan suci ini dan memperbanyak amal ibadah, baik yang bersifat ibadah mahdhah maupun ibadah ghairu mahdhah. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapat predikat takwa.***

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site