Sriwijaya Post
home / nanggroe / pidie

Pidie Butuh 8.881 Unit Rumah Duafa

Rabu, 7 September 2011 08:55 WIB
SIGLI - Dari 37.233 Kepala Keluarga (KK) masyarakat miskin tercatat sebanyak 9.329 KK diantaranya rumahnya sudah tak layak huni. Sejak tahun 2008 hingga 2010, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie sudah membangun 448 unit rumah duafa. Karena itu kini masih tersisa 8.881 unit rumah duafa lainnya yang belum dibangun.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, Drs Ismail Fadil ditemui Serambi Selasa (7/9) mengatakan, data jumlah duafa tahun 2010 tercatat sebanyak 9.329 unit. Katanya, menyangkut dengan rumah duafa itu, sudah pernah diusulkan ke pemerintah pusat agar dibangun 730 unit artinya setiap desa satu unit, tapi sampai kini belum ada realisasinya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, M Kasem ST mengungkapkan, realisasi pembangunan rumah duafa sejak tahun 2008-2010 adalah 448 unit. “Rumah dibangun adalah tipe 36 yang nilai per unit sekitar Rp 54 juta, akan tetapi sumber dana pembangunan rumah berbeda-beda,” terang Kasem.

Disebutkan, tahun 2008 rumah duafa dibanguin 302 unit dari dana APBA yakni di Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Keumala, Mutiara, Mutiara Timur, Sakti, Indra Jaya, Titeu, Peukan Baro, Simpang Tiga, Grong-grong, Glumpang Tiga, Padang Tiji, Batee, Delima, Tangse dan Mane. Kemudian tahun 2010 dari dana APBA sebanyak 81 unit di Kecamatan Pidie, Mutiara, Mutiara Timur, Sakti, Indra Jaya, Titeu, Batee, Tangse dan Mane.

Selanjutnya juga tahun 2010 juga dibangun 65 unit dari dana Otsus APBK Pidie yakni di Kecamatan Pidie, Mutiara, Mutiara Timur, Tiro, Sakti, Tangse, Simpang Tiga, Kembang Tanjung, Glumpang Tiga, Glumpang Baro, Grong-grong, Padang Tiji, Batee dan Delima.(aya)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site