Penjual Kacang Keliling Ditemukan Tewas
Jumat, 16 September 2011 08:32 WIB
LHOKSEUMAWE - Setelah beberapa jam sebelumnya diculik dua pemuda dari kawasan Keude Cunda Kota Lhokseumawe, Rabu (14/9) dini hari, Ibrahim Amin (40), penjual kacang keliling yang berdomisili di Meunasah Mee, Kandang, Lhokseumawe, dinyatakan tewas. Pihak keluarga mengklaim, kematian dari Ibrahim tak wajar.
Sekira pukul 01.30 WIB, Ibrahim bergerak dengan gerobak kacang dari arah Kandang hendak ke Keude Cunda. Setiba di Simpang Pos Lantas Cunda, dua pemuda yang mengendarai sepeda motor datang dari arah Lhokseumawe membelok ke arah Timur (menuju Medan). Karena terkejut, kedua pemuda yang diperkirakan berusia 20-21 tahun ini pun mengerem sepeda motornya mendadak, hingga jatuh.
“Sedangkan paman saya yang merasa memang tidak menabrak kedua pemuda ini, langsung bergerak menuju Keude Cunda. Jaraknya hanya puluhan meter lagi,” ujar M Nasir (40), keponakan Ibrahim Kamis (15/9).
Tidak lama setelah berada di Keude Cunda, kedua pemuda tersebut pun datang. Di antara mereka sempat terjadi cek-cok mulut. Tidak lama kemudian, kedua pemuda itu membawa Ibrahim dengan sepeda motornya--membonceng tiga.
Ternyata, Ibrahim dibawa ke sebuah lorong di kawasan Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Di lorong itu, muncul para pemuda lainnya, menjadi delapan orang. “Tidak lama kemudian, paman saya dinyatakan meninggal dan dibawa ke Rumah sakit PMI Lhokseumawe,” jelas Nasir.
Sesuai keterangan para pemuda yang membawa Ibrahim kepada pihak keluargnya, mereka tidak menganiaya penjual kacang keliling itu. Tapi, usai dibawa, Ibrahim hanya didudukkan di sebuah tembok. Ketika sedang duduk, dia jatuh dari tembok dan langsung meninggal dunia.
“Jelas keterangan itu tidak bisa kami terima karena kondisi paman saya saat jenazah dibawa pulang, kepala dalam kondisi diperban dan mengeluarkan darah. Lehernya miring serta bibir bengkak. Sedangkan sebelumnya, kondisi paman sehat dan tak mengindap penyakit apapun,” tegasnya.
Karena dengan kondisi jenazah inilah, pihaknya menduga sebelum meninggal, Ibrahim sempat mendapat perlakuan kasar. Akhirnya, pada Rabu (14/9) sore, perkara ini dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe. “Kami minta polisi mengusut tuntas. Sedangkan untuk barang bukti, sebelum jenazah dikebumikan, telah kami visum,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Galih Indragiri, meminta agar praduga tidak bersalah tetap dikedepankan. Namun begitu, pihaknya tetap mengusut tuntas kasus itu. “Sekarang ini, kami masih tahap memintai keterangan para saksi,” ujarnya via telepon.
Hingga berita ini diturunkan, Prohaba belum memperoleh konfirmasi para pemuda yang sempat membawa Ibrahim dari Keude Cunda ke kawasan Kampung Jawa.(bah)
Editor : bakri
Share on Facebook