Sriwijaya Post
home / nanggroe / kutaraja

Mahasiswa Aceh Tuntut Kapolri Copot Kapolda NTB

Rabu, 28 Desember 2011 13:29 WIB
BANDA ACEH - Belasan mahasiswa Aceh yang terkabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh berdemo ke Gedung Mapolda Aceh di Jalan T Nyak Arief, Banda Aceh, Selasa (27/12) siang. Seperti halnya di daerah lain, mereka juga menuntut Kapolri Jenderal Polisi, Timur Pradopo, mencopot Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Brigjen Rif Wahyudi dan Kapolres Bima.

Tuntutan ini sebagai reaksi atas prilaku polisi di sana yang menewaskan dua warga saat membubarkan demonstrans dengan tembakan senjata di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12). Ketika itu, demonstran menuntut penolakan terhadap perusahaan tambang di daerah itu.

Kemarin, para mahasiswa yang mengenakan almamater merah IMM tak diizinkan masuk, kecuali berorasi di pintu pagar Mapolda. Karena itu, mereka sempat mengucapkan kata-kata kotor kepada polisi yang mengawal aksi mereka di balik pintu pagar. Begitu juga kepada perwira Polda Aceh yang menerima kedatangan mereka.  

P Simbolon, seorang pejabat Polda Aceh yang menerima kedatangan mereka tampak bersabar, meski dimarah-marahi pendemo. Menurut pendemo, Simbolon awalnya telah berjanji menghubungi Kapolda, tapi ternyata itu tidak dilakukan. “Maaf adik-adik mahasiswa, Pak Kapolda sedang tidak di kantor. Boleh kami terima tuntutan adik-adik, selanjutnya nanti kami serahkan kepada Pak Kapolda. Pak Kapolda yang melaporkan tuntutan adik-adik kepada Pak Kapolri,” kata Simbolon.

Mahasiswa yang sebelumnya marah-marah, menerima tawaran Simbolon. Tapi meminta Simbolon menandatangani janjinya di atas tuntutan mereka. Mahasiswa juga meminta Simbolon untuk menghubungi mereka, jika sudah menyerahkan tuntutan itu kepada Kapolda Aceh. Semua itu dipenuhi oleh Simbolon.

“Jika tidak dihubungi, kami akan kembali ke sini untuk melakukan aksi yang sama,” teriak koordinator aksi, Arif Pribadi. Selanjutnya mereka bubar. Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB berlangsung kira-kira satu jam.(sal)

tuntutan ke polri
- Polri harus bertanggung jawab atas kekerasan di Pelabuhan Sape, Bima, NTB
-
Kapolri harus segera melepaskan jabatan Kapolda NTB
-
Polri harus meminta maaf kepada masyarakat melalui media massa

tuntutan
ke pemerintah
-
Meminta SBY-Boediono serius menyikapi kekerasan aparat
-
Tutup semua tambang yang merugikan masyarakat
-
Jika SBY-Boediono tak mampu memberikan keamanan bagi masyarakat Indonesia, lebih baik mundur


Editor : hasyim
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site