Polisi Kawal 28 Desa
Senin, 9 Januari 2012 10:05 WIB
LHOKSUKON - Polres Aceh Utara sejak dua hari lalu telah menempatkan personel polisi dan brimob di 28 desa dalam kabupaten tersebut. Tujuannya, untuk memberi rasa nyaman pada masyarakat di daerah pedalaman Aceh Utara itu.
“Selain personel kita, di 28 desa itu juga ada prajurit TNI. Desa yang kita jaga itu mayoritas warganya berasal dari luar Aceh,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, melalui Kasat Reskrim AKP Marzuki, kepada Serambi, Minggu (8/1).
Menurut Marzuki, langkah itu dilakukan pihaknya karena masyarakat di pedalaman Aceh Utara khawatir akan terjadi peristiwa seperti di Seurekey beberapa waktu lalu. “Padahal, situasi di Seurekey saja sudah normal kembali dan masyarakat sudah mulai beraktivitas lagi,
Namun, untuk memastikan agar masyarakat merasa nyaman, kita tetap tempatkan personel,” jelas AKP Marzuki.
Dikatakan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi keamanan di Aceh Utara. “Jika kita nilai masyarakat sudah tenang dan tidak khawatir lagi, serta kondisi di Aceh Utara sudah stabil lagi, kita akan tarik kembali personel itu,” terang AKP Marzuki.
Ditambahkan, pihaknya kini juga terus memburu pelaku penembakan di Desa Seurekey, Langkahan, Aceh Utara. “Jika ada perkembangan tentang pelaku penembakan, nanti akan saya kabari lagi. Saat ini, kita masih bekerja keras untuk menangkap pelaku,” pungkas AKP Marzuki.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima pria bersenjata api menembak warung kopi milik Paimin, di Blok B, Desa Seurekey, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Minggu (1/1). Akibatnya, seorang warga yang sedang minum kopi, Suliadi (37) tewas di lokasi kejadian. Satu warga lainnya, Edi Karyawanto (39) kritis, mengalami luka tembak pada bagian perut dan kini masih di rawat intensif di Rumah Sakit TNI AD, Lhokseumawe.(c46)
Editor : bakri
Share on Facebook