Warga Buru Babi ‘Pemangsa’ Nek Bahriah
Kamis, 12 Januari 2012 08:53 WIB
LHOKSUKON – Sekitar 300 warga dari berbagai desa di Aceh Utara dan Lhokseumawe, Rabu (11/1), melakukan perburuan terhadap babi liar yang telah menyeruduk hingga tewas Nek Bahriah (53) warga Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.
Sekretaris Desa Jeulikat, Mustajab (30), kepada Prohaba, menyatakan, perburuan terhadap babi hutan itu karena keberadaannya sudah sangat mengkhawatirkan masyarakat di sekitar kecamatan tersebut. “Sejak kejadian, warga sudah mulai khawatir jika hendak pergi ke kebun. Karenanya, kami mengajak semua masyarakat yang memiliki keahlian memburu babi untuk melakukan perburuan, sehingga binatang yang menyebabkan Nek Bahriah tewas bisa segera ditangkap,” tandas Mustajab.
Ditambahkan, meski perburuan telah dilakukan, namun pihaknya belum menemukan babi liar yang telah menewaskan Nek Bahriah. “Babi itu sudah pernah kenak tombak sekali. Sehingga, sangat liar dan brutal. Itu sebabnya, kalau tetap dibiarkan berkeliaran, dikhawatirkan akan jatuh korban lainnya,” jelas Mustajab.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nek Bahriah tewas dengan tubuh tercabik-cabik, setelah diserang babi hutan, saat korban sedang menimba air di sumur yang berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/1) sekitar pukul 10.30 Wib.
Nek Bahriah menghembuskan nafas terakhirnya ketika dalam perjalanan menuju puskesmas. Sementara cucunya yang berada dalam ayunan, selamat dari serangan babi hutan itu.(c46)
Editor : bakri
Share on Facebook