Sriwijaya Post
home / budaya / puisi

Kau dan Aku

Minggu, 22 Januari 2012 08:14 WIB
Karya Nazar Shah Alam

Kecuali itu pada sebuah pagi
Kau kata, ingin mengenakan sampah
Dan selepas meneguk kopi seduh yang kelewat pahit
Kau bangun dan mencangkul
Di sana ada kau, bibit merantimu, dan aku

Ini peradaban yang celaka
Kau tumbuhkan pohon di halaman belakang
Dan sepakat denganku membakar pabrik kertas
Kau begitu ketakutan dan sesekali melihat
Bibit meranti yang baru saja kau tanam
 
Merantimu masih adakah?
Berpuluh tahun sudah
Di kampusku kertas-kertas semakin banyak saja berserak
Tak jadi kau bakar pabrik kertas?

Pagi tadi sebelum subuh
Aku sedang merokok dan mencetak modul kuliahku
Kau kutuk aku
Dengan sangat yakin kau kata
“Itu merantiku yang terbujur di atas mejamu”
Di sana rupanya kita kembali bersua
Aku dan kau, kau dan merantimu, merantimu dan aku

18 Januari 2011

Pegiat di Komunitas Teater Rumput

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site