Sriwijaya Post
home / nanggroe / simeulue

Krisis Sembako Ancam Simeulue

Selasa, 24 Januari 2012 11:46 WIB
* Dua Kapal Jalani Rawat Rutin

TAPAKTUAN - Masyarakat Simeulue terancam krisis sembako--utamanya gula pasir dan minyak goreng--sebagai akibat terhentinya operasional feri dari Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji, Aceh Selatan dan Aceh Singkil. KMP Teluk Sinabang berhenti operasi karena surat izin berlayar (SIB) expired sedangkan KMP Teluk Singkil masih dalam perawatan di Sabang.

KMP Teluk Sinabang yang selama ini rutin melayani rute Labuhanhaji-Sinabang dan sebaliknya mendadak stop operasi pada Senin (23/1). Feri berkapasitas 228 penumpang, 18 truk, dan 10 mobil pribadi itu tiba dari Sinabang Senin pagi dan seyogyanya kembali ke Sinabang pukul 21.00 WIB tadi malam.

Secara mendadak sejak siang kemarin, ratusan calon penumpang dan awak angkutan barang yang telah menunggu selama dua hari mendapat kabar feri milik Pemkab Simeulue itu tidak kembali lagi ke Sinabang karena SIB yang dikeluarkan Menteri Perhubungan expired pada 22 Januari 2012. KMP Teluk Sinabang diarahkan untuk doking tahunan.

Hingga menjelang magrib kemarin, lebih 20 truk barang tertahan di Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji, termasuk truk pengangkut beras miskin (raskin). “Penghentian operasional feri secara mendadak tanpa pemberitahuan itu sangat merugikan masyarakat. Seharusnya sejak awal sudah diantisipasi karena doking KMP Teluk Sinabang kan sudah terjadwal,” kata Safri Amin, salah seorang dari puluhan jamaah Tauhid Tasauf dari Sinabang yang kembali dari Banda Aceh. Safri dan kawan-kawannya mengaku sudah dua malam tidur di musalla kompleks pelabuhan.

Pantauan wartawan Serambi di Sinabang, hingga Senin sore kemarin kebutuhan bahan pokok di sejumlah pusat pasar di Pulau Simeulue masih normal, karena pasokan rutinnya akan tiba Selasa (24/1) sesuai jadwal kedatangan feri.

“Ya, hari ini masih normal. Tetapi kalau besok (Selasa-red) pasokan terganggu, tentu mulai terasa. Apalagi kalau sampai terganggu selama beberapa kali jadwal kedatangan feri. Harus ada solusi secepatnya,” kata Herman Hidayat SH, seorang warga Sinabang.

Pasokan terbesar bahan kebutuhan pokok untuk Simeulue berasal dari daratan Aceh, sedangkan bahan bangunan sebagian besar dari Sibolga (Sumatera Utara). Secara terjadwal feri dari Labuhanhaji dan Singkil tiba setiap hari Minggu, Selasa, dan Jumat. Dengan jadwal rutin itu kebutuhan pokok untuk kawasan kepulauan tersebut tidak masalah. “Tapi kalau sempat terganggu selama tiga kali pelayaran saja dipastikan akan bermasalah,” ujar seorang pedagang sembako di Sinabang.

Mengantisipasi dampak yang tak diharapkan, Ketua DPRK Simeulue, Aryaudin mengatakan segera menggelar rapat dengan Pemkab Simeulue untuk mencarikan solusi menyangkut kendala transportasi. “Besok (Selasa), kami akan rapat,” kata Aryaudin.

Bupati Simeulue, Drs Darmili dalam pesan singkatnya kepada Serambi menulis, Pemkab Simeulue sudah koordinasi dengan Kadishub Aceh agar membantu mengatasi kendala transportasi laut tersebut. “Kadishubkomintel Simeulue, Selasa (24/1) akan menemui Kadishub Aceh membicarakan masalah itu,” tulis Darmili.

Kadis Perhubungan Aceh Selatan, Drs Tio Achriyat kepada Serambi membenarkan KMP Teluk Sinabang tak bisa melanjutkan pelayaran ke Sinabang pada Senin malam karena SIB expired dan harus ke Jakarta untuk doking tahunan. “Seharusnya digantikan KMP Teluk Singkil namun kapal tersebut masih dalam perawatan di Sabang,” kata Tio.

Selain berkoodinasi dengan Syahbandar, Tio juga sudah melaporkan kondisi itu ke Dinas Perhubungan Aceh agar ada solusi secepatnya.

Syahbandar Tapaktuan, Fauzi yang dihubungi melalaui telepon mengatakan, pihaknya tidak pernah melarang KMP Teluk Sinabang melanjutkan pelayaran ke Simeulue.

Menurut Fauzi, izin pelayaran KMP Teluk Sinabang ke Jakarta untuk doking dikeluarkannya atas permintaan PT ASDP Indonesia Cabang Sinabang di Singkil sehubungan SIB-nya sudah expired. “Kami tidak pernah melarang untuk berlayar kembali ke Sinabang,” kata Fauzi.

Kapten KMP Teluk Sinabang, Eko Medianto juga membenarkan, kapalnya tidak bisa kembali ke Sinabang karena SIB sudah berakhir masa berlaku sejak Minggu, 22 Januari 2012 pukul 24.00 WIB.(az/c48/tz)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site