Sriwijaya Post
home / nanggroe / simeulue

Ongkos 10 Kali Lipat dengan Boat Nelayan

Selasa, 24 Januari 2012 11:43 WIB
SETIAP masalah pasti ada solusinya. Nah, terhadap kendala transportasi laut dari Labuhanhaji ke Simeulue akibat tidak beroperasinya KMP Teluk Sinabang, boat nelayan setempat cukup siap mengambil peran mengisi kekosongan.

Seperti Senin kemarin, ratusan calon penumpang KMP Teluk Sinabang nekat menempuh jalan pintas dengan menumpang boat nelayan ketika memastikan KMP Teluk Sinabang tidak kembali lagi ke Simeulue sesuai jadwalnya, pukul 21.00 WIB, Senin (23/1) malam.

Jarak Labuhanhaji-Sinabang sekitar 80 mil laut dengan waktu tempuh feri antara 8-9 jam dengan ongkos kelas ekonomi Rp 20.000. Sedangkan jika menggunakan jasa boat nelayan, setiap orang harus merogoh kocek Rp 200.000. “Meskipun ongkos boat nelayan mencapai 10 kali lipat dari ongkos feri, namun kami tak punya pilihan. Dalam kondisi mendesak atau darurat, jasa boat nelayan itu sangat berarti,” kata seorang penumpang yang nekat pulang kampung dengan boat nelayan pada Senin siang kemarin.

Pengguna jasa boat nelayan umumnya pedagang sayur dan buah-buahan yang perlu gerak cepat agar dagangan mereka tidak busuk. Setiap boat nelayan mampu mengangkut 30-40 penumpang dan beberapa ton barang. Sedangkan truk sembako, harus tetap memunggu jadwal kapal. Setidaknya hingga pukul 19.30 WIB kemarin, sebanyak 24 truk barang masih bertahan di Pelabuhan Penyeberangan Labuhanhaji dengan ketidakpastian.

Ketua DPRK Simeulue, Aryaudin tak bisa melarang warganya yang terpaksa menggunakan boat nelayan, apalagi untuk kebutuhan mendesak. Namun Aryaudin mengimbau hati-hati, apalagi kalau cuaca tidak mendukung.(c48/az)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site