Sriwijaya Post
home / olahraga

PSGL Takluk di Menit Akhir

Selasa, 24 Januari 2012 09:14 WIB
MEDAN – Skuadra PSGL Gayo Lues kembali mencatat hasil mengecewakan. Kemarin, di Stadion Semarak Sawah Lebar, pasukan Kustiono tersebut menyerah di tangan tim tuan rumah PS Bengkulu, 0-1, dalam lanjutan kompetisi divisi utama PT Liga Indonesia musim 2011/2012.

Gol tunggal Laskar Tobo Kito (julukan PS Bengkulu) lahir di menit 85 lewat jasa Rossi Gutawa. Gol kapten Bengkulu meruntuhkan ambisi PSGL untuk membawa pulang satu poin. Karena, sebelum terjadinya gol itu, tuan rumah sempat dibuat frustasi oleh kokohnya lini bawah PSGL.

Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor kekalahan tim Macan Leuser (julukan PSGL). Dari lima partai, anak-anak Gayo Lues sudah menelan tiga kekalahan dan satu kali imbang. Kini PSGL harus puas di posisi juru kunci. Sehingga, PSGL berpeluang degradasi ke divisi I.

Dalam duel itu, pemain bawah PSGL, Sarmadi Agustian dipaksa keluar dari lapangan akibat akumulasi kartu kuning di menit 83. Keluarnya Sarmadi membuat pemain tuan rumah kian merajalela di pertahanan tim tamu. Puncaknya, PS Bengkulu mampu mencetak gol.

“Sarmadi dinilai wasit menjegal keras pemain PS Bengkulu di depan kotak penalti. Padahal, tak ada pelanggaran. Kekurangan satu pilar membuat gawang PSGL pun jebol. Wasit memang sangat parah mendukung tuan rumah agar bisa menang,” lapor manajer PSGL, Zakaria, kepada Serambi tadi malam.

Usai pertandingan, kata Zakaria, penonton dengan bebas masuk ke lapangan tanpa pengawalan pihak keamanan. Kemudian, mereka tanpa dikomandoi langsung melempari kubu PSGL dengan botol air mineral. Petugas keamanan baru beraksi mengusir penonton ke luar, setelah pihak manejemen PSGL berteriak meminta bantuan atas tindakan para penonton.

“Kita melakukan protes kepada Usman (pengawas pertandingan) dari Jakarta. Usman setelah menerima protes PSGL berjanji mengevaluasi kinerja wasit yang memimpin pertandingan kemarin,” ungkap Zakaria.

Dalam pertandingan kemarin, ribuan penonton Bengkulu sejak menit awal terus melakukan teror ke kubu PSGL. Lemparan botol air mineral datang dari berbagai sudut sehingga mengenai pemain, offisial, dan pembantu umum. Hal ini dilakukan semata-mata akibat kegagalan Nova Hermawan dkk mencetak gol.(lau)

Editor : bakri
Share on Facebook
Terkait
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site