Menurut kelompok aktivis Tibet, petugas polisi China menembak masyarakat Tibet yang memprotes penindasan agama yang dilakukan oleh Pemerintah China terhadap masyarakat Tibet.
Kantor berita Pemerintah China, Xinhua, memberitakan bahwa polisi terpaksa menggunakan kekuatan, setelah upaya persuasi gagal membubarkan massa.
Polisi mengatakan bahwa massa menyerang kantor polisi menggunakan bom molotov, pisau dan batu.
Sebelumnya di hari Senin kemarin, dua orang masyarkat Tibet dilaporkan tewas, dalam bentrok dengan aparat keamanan China di wilayah Kota Draggo, juga masih di provinsi Sichuan.
Berdasarkan pemberitaan media Pemerintah China, sekelompok masyarakat Tibet, menyerang sebuah kantor polisi, menggunakan senjata tajam, dan batu.