Sriwijaya Post
home / tafakur
Tafakur

Muallaf 'Hidayah'

Kamis, 9 Februari 2012 09:19 WIB
Oleh Jarjani Usman

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Imam al-Bukhari).

Hidayah Allah bisa diberi kepada siapa yang dikehendakiNya.  Tak terbatas oleh batas-batas negara dan warna kulit.  Sebagaimana yang diperoleh sekelompok orang Australia, seperti dikisahkan berikut.

Suatu sore, sekelompok orang kulit putih Australia duduk-duduk di atas tikar yang digelar di bawah tenda di pinggir pantai di Melbourne.  Meskipun sedang berpiknik menikmati suasana pantai, sebahagian mereka sedang tekun mengeja ayat-ayat pendek dari kitab suci Alquran.  Tertarik melihat kenyataan itu, saya mulai mencoba mendekati, menyapa dan bertanya tentang mereka.

Dijelaskannya bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah memeluk agama Islam dan sedang mempelajari Islam.  Mereka membentuk kelompok yang diberinama “Hidayah”, agar bisa saling berkomunikasi dan belajar bersama tentang Islam. Anggota-anggota kelompok tersebut sering membuat pertemuan dan dibimbing oleh ustaz-ustaz.  Sebahagian dari anggota tersebut meskipun sudah berkeluarga sedang mempersiapkan diri untuk memperdalam ilmunya di sejumlah pesantren di Indonesia.

Ini suatu bukti bahwa agama Islam kini semakin diminati di mana-mana.  Bisa jadi pertanda akan kembalinya kejayaan Islam sebagaimana pernah terjadi di masa lampau. Peluang ini perlu dimanfaatkan oleh orang-orang Islam untuk menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya, damai dan mendamaikan. Mengamalkan ajaran Islam dengan menunjukkan akhlak yang baik termasuk bagian dari upaya membantu perkembangan Islam.   

Editor : bakri
Share on Facebook
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site