Selamat Datang Cutbang Tarmizi
Jumat, 10 Februari 2012 10:03 WIB
Setelah sempat terjadi spekulasi panjang di kalangan masyarakat, akhirnya terjawab sudah. Rabu (8/2), Mendagri Gamawan Fauzi, melantik Ir H Tarmizi A Karim, sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) Jakarta.
Sosok Tarmizi mantan Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah, dipandang tepat untuk mengemban amanah sebagai penjabat tokoh puncak birokrasi Aceh itu. Tramizi telah malang melintang di jalur top birokrasi pemerintahan, mulai dari jabatan Bupati Aceh Utara, hingga Penjabat Gubernur Kalimnatan Timur, serta figur eselon I Depdagri.
Pengalamannya tentu sangat berarti bagi kondisi Aceh terkini, dengan tugas berat segudang. Dan PR yang paling besar adalah Pilkada di Aceh. Baik itu level kabupaten/kota serta Propinsi Aceh.
Siapapun tidak bisa menyangkal jika jabatan itu sampai ke pundak Tarmizi juga tak lepas dari kondisi Pilkada Aceh yang sempat melahirkan situasi yang gonjang ganjing. Situasi yang sempat menjadi super panas, dan bahkan diprediksi hanya setebal kulit ari, untuk terulangnya konflik berdarah-darah di Aceh.
Bahkan seorang Presiden SBY pernah mengungkapkan jika rangkaian penembakan misterius serta pengergajian tower jaringan interkoneksi tegangan tinggi PLN di Aceh, berkaitan dengan Pilkada.
Karenanya banyak pihak berharap kepada Tarmizi, soal suksesnya Pilkada di Aceh. Seperti Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang mengingatkan agar Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Tarmizi A Karim harus mampu bersikap netral dalam proses Pilkada di Aceh. Diingatkan pula, siapa pun kelak yang terpilih sebagai gubernur di Aceh jangan sampai menimbulkan gejolak.
Sehari sebelumnya, Tarmizi sendiri mengatakan akan merangkul semua pihak untk memajukan Aceh, menjaga perdamaian, serta mewujudkan Pilkada yang demokratis.
Tarmizi juga menyatakan komitmennya untuk memberdayakan semua elemen atau kekuatan politik di Aceh untuk menyukseskan Pilkada sampai terpilih pemimpin Aceh yang definitif.
Pj Gubernur Aceh itu menyadari betul jika kedatangannya ke Aceh kali ini, tak lepas dari kontribusi kekuatan politik di Aceh, melalui suara mayoritas anggota DPRA. Dengan kata lain, secara politis, Tarmizi adalah win win solutions bagi semua pihak.
Karena itu pula Mendagri Gamawan Fauzi menegaskan, salah satu tugas Pj Gubernur adalah menjamin dan memfasilitasi terselenggaranya Pilkada Aceh yang aman, damai, dan netral. Dilakukan secara serempak dengan 17 kabupaten dan kota lainnya di Aceh.
Fenomene itulah yang memunculkan semburat harapan positif atas kehadiran Putra Lhoksukon itu ke tangga Aceh 1. Walau dalam posisi sebagai penjabat.
Di sisi lain kita juga sepakat dengan pernyataan mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang mengingatkan semua pihak untuk tidak melakukan manuver kontraproduktif terhadap Tarmizi A Karim.
Kita tentu tak berharap Tarmizi A Karim menuai nasib seperti Pj Bupati Aceh Utara, Alibasyah yang walau hanya berstatus Pj tiba-tiba digoyang secara luar biasa. Kita tak tahu siapa yang berkepentingan hingga kursi Alibasyah tiba tiba gonjang ganjing sejenak mutasi. Walaupun sebenarnya Alibasyah mengakui melakukan itu sudah sesuai dengan ketentuan. Oleh karena itu kita sambut pernyataan Bung Tarmizi, akan bersikap netral dan mengantarkan Pilkada damai di Bumi Iskandar Muda. Kruu seumangat Cutbang Tarmizi.
Editor : bakri
Share on Facebook