Sriwijaya Post
home / citizen reporter
Citizen Reporter

Beku tanpa Salju di Groningen

Minggu, 12 Februari 2012 10:10 WIB


OLEH RIFKI FURQAN, mahasiswa asal Aceh melaporkan dari Groningen, Belanda

EROPA yang memang sudah dingin sekarang menjadi lebih dingin dari musim-musim sebelumnya. Angin beku Arctic (Kutub Utara) mulai turun dan menyerang Eropa, membuat winter (musim dingin) di Eropa tahun ini tidak seperti biasa. Salju memang turun dan menyelimuti sebagian besar Eropa, tetapi tidak setebal dan merata seperti tahun lalu.

Menurut kabar teman-teman saya di kota-kota lain di Belanda dan Jerman, salju masih belum sepenuhnya menyelimuti kota-kota seperti Bonn, Bremen, Oldenburg di Jerman dan hampir semua kota di Belanda. Salju pertama di Belanda sendiri baru turun minggu malam lalu, namun itu pun tidak tebal dan kemarin sudah kembali hilang dicairkan matahari yang walaupun dalam suhu minus tetap bersinar dengan terangnya.

Saya sendiri merasa cukup aneh karena perubahan yang sangat ekstrem dibandingkan dengan winter tahun lalu. Tahun lalu adalah saat pertama dalam hidup saya merasakan langsung suasana beku salju. Romantisme salju yang menyajikan kedamaian ketika semua permukaan tanah, atap-atap rumah, tempat-tempat duduk di taman, hingga permukaan danau tertutup salju, beku sempurna.

Namun hal tersebut tidak terjadi tahun ini, salju terlambat turun bahkan di negara-negara Scandinavia yang lebih dekat dengan Kutub Utara. White Christmas tahun lalu berganti nama menjadi Wet Christmas karena akhir tahun lalu cuaca sebagian besar Eropa adalah hujan yang disertai angin dingin, terkadang juga turunnya partikel-partikel es batu yang cukup menyakitkan, seperti kerikil es tajam yang dilemparkan angin, liar!

Lalu apa yang terjadi sebenarnya? Apakah ini bukti resmi tentang perubahan iklim? Bisa jadi, tapi saya bukan ingin membahas hal teknis seperti itu, biarlah para ahlinya yang menjelaskan.

Berbahayanya lagi, seperti dilaporkan berbagai portal berita online di Eropa bahwa suhu beku yang ekstrem ini telah memakan korban cukup banyak terutama tuna wisma di berbagai negara Eropa Timur. Globalpost.com memberitakan bahwa sekitar 60 orang tuna wisma di Ukraina telah meninggal dunia akibat suhu yang terus turun mencapai minus 33 derajat pada malam hari. Hal serupa juga terjadi di beberapa negara Eropa Timur lainnya seperti Poland, Lithuania, Czech Republic, Bosnia, Romania dan Bulgaria, dengan jumlah korban jiwa yang berbeda-beda.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Editor : bakri
Share on Facebook
Tribun Network

Kembali ke Home
Full Site