Berperilaku Lalat
Rabu, 15 Februari 2012 09:00 WIB
Oleh Jarjani Usman
“. janganlah membuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah Taala tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al Qashash: 77).
Ada binatang yang enak dipandang, ada juga yang dianggap (oleh sebahagian orang) menjijikkan seperti lalat. Meskipun dipandang menjijikkan, lalat sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja berlalu tanpa menyempatkan diri memperhatikan dan memikirkan cara hidupnya. Ada tawaran makna tersendiri dari cara hidup lalat, bila dipikirkan.
Yang paling umum, makhluk kecil yang disebut lalat itu suka hinggap dan memakan makanan kotor, seperti sisa-sisa makanan di tempat sampah. Sehingga di manapun ia hinggap, lalat akan meninggalkan sesuatu yang kotor, seperti kuman yang bisa menimbulkan penyakit bagi manusia.
Walaupun perilaku lalat dipandang menjijikkan, bukan tak ada manusia yang berperilaku lebih kurang sama seperti itu. Sebagaimana lalat, sebahagian manusia juga senang melakukan hal-hal kotor dan menjijikkan di manapun ia berada. Misalnya, lebih suka melakukan korupsi ketimbang membantu orang lain. Namun, banyaknya hasil dari perilaku ini kerap meracuni pikiran orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, dua macam kerusakan akan membekas pada tempat orang yang berperilaku buruk itu berada, yaitu menganiaya orang banyak dan merusak pikiran orang lain karena terdorong untuk melakukan hal yang sama.
Karena itu, perlu berusaha menarik diri dari cara hidup seperti itu. Apalagi Allah melarangnya dan tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Editor : bakri
Share on Facebook