Penyakit Umat Terdahulu
Kamis, 16 Februari 2012 09:16 WIB
Oleh Jarjani Usman
Suatu hari, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkumpul dengan para sahabat. Rasulullah berkata, “Umatku akan tertimpa penyakit umat-umat terdahulu.” Para sahabat bertanya, “Apakah penyakit itu, ya, Rasulullah?” Nabi menjawab, “Berbuat jahat, menentang kebenaran, berlomba-lomba dan bersaing dalam kekayaan, saling menjauhi, dan bersikap dengki, sehingga muncul pembangkangan dan kekacauan” (HR. Thabrani).
Tak sedikit waktu yang diberikan untuk hidup, sehingga hendaknya tak melewatkan kesempatan untuk mencermati penyakit-penyakit umat terdahulu yang mungkin bersarang dalam diri kita sendiri. Meskipun tak menyadari dan menyukainya, tak tertutup kemungkinan di antara kita telah menjadi pewaris-pewarisnya atau bahkan penyebar-penyebarnya.
Sungguh bila dicermati, penyakit-penyakit yang disebutkan Rasulullah itu, seperti kejahatan, kedengkian, berlomba-lomba dalam kekayaan, dan berlain-lain, kini semakin akut dan parah. Sehingga membuat hubungan dengan saudara-saudara seiman pun menjadi renggang dan bahkan tercerai-berai. Hal ini terus berlangsung bahkan di bulan kelahiran Nabi.
Namun anehnya, banyak yang malu mengakuinya. Untuk menutupi kejahatannya, sebahagian orang menyewa pembela berlapis-lapis. Ini suatu pertanda bahwa jangankan orang lain, diri sendiri pun sebenarnya tidak senang atau tidak mau menerima perbuatan jahat diri sendiri. Ini bermakna bahwa perbuatan-perbuatan itu sifatnya hina dan memalukan. Dan melakukannya terus-menerus adalah bentuk penghinaan terhadap diri sendiri secara berkelanjutan. Yang jelas sudah diberitahukan, surga tidak akan menerima orang-orang yang gemar berbuat kejahatan, kecuali bagi yang telah bertaubat.
Editor : bakri
Share on Facebook