ATM Kebobolan, Bank Mau Apa?
Jumat, 17 Februari 2012 09:28 WIB
Sesuatu yang mencemaskan kalangan nasabah bank kini melanda Aceh. Adalah sindikat pembobol mesin ATM (anjungan tunai mandiri) dengan memperdaya nasabah yang bertransaksi di sistem pelayanan otomatis berbasis internet tersebut diyakini sedang beraksi di Aceh. Laporan terbaru, setidaknya tiga nasabah Bank Mandiri melapor jadi korban sejak beberapa hari terakhir. Total uang milik ketiga korban yang terkuras dari rekening mencapai Rp 78.969.000. Korbannya masing-masing anggota TNI, dokter, dan seorang warga negara Filipina. Kasus ini sedang ditangani Polresta Banda Aceh.
Wartawan harian ini dua hari lalu menerima informasi bahwa kasus pembobolan rekening nasabah terjadi sesaat setelah nasabah-nasabah --yang mengaku jadi korban-- itu bertransaksi di ATM. Modusnya, kartu ATM tertelan mesin dan nyangkut. Nasabah langsung menghubungi--atau diarahkan orang lain yang diduga anggota sindikat yang berpura-pura antre--agar segera melapor ke nomor telepon call center yang tertempel di boks ATM.
Di boks ATM Bank Mandiri Ajuen, korban terjebak dengan nomor call center 0651-7129284 sedangkan di ATM Bank Mandiri Simbun Sibreh mereka menempelkan nomor call center 021-703-38-377. Waktu kejadian pada hari Sabtu dan Minggu, bukan faktor kebetulan. Pelaku sengaja menyetel operasional pada hari libur dengan tujuan agar korban tak punya pilihan kecuali menghubungi nomor call center yang ditempel di boks ATM, karena operasional kantor bank tutup. Nomor call center palsu itulah yang dijadikan pintu masuk oleh pelaku untuk menjerat korbannya.
Begitulah singkatnya modus kejahatan itu. Dan, sebetulnya, berita pembobolan ATM bukanlah berita baru. Sudah terjadi berulang-ulang. Dan, sudah diantispasi pula dengan berbagai cara. Tetapi tetap saja bisa bobol. Maka, wajar saja jika keresahan semakin meningkatkat. Apalagi, kini tempat kejadian pembobolan pun terindikasi sudah masuk Aceh.
Ulah pembobol ATM bukan hanya membuat meradang para nasabah, tetapi juga memicu berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank-bank pemilik layanan ATM yang kurang aman itu. Makanya, kita katakan sebagai tamparan keras bagi perbankan. Masyarakat kini tak nyaman lagi bertransaksi di ATM.
Makanya, ada beberaopa hal yang diharapkan masyarakat, khususnya kalangan nasabah terhadap perbankan. Pertama, tentu saja --biloa terbukti dibobol-- maka bank harus bersedia mengganti dana nasabah. Kedua, posisi nonol call canter yang resmi harus diupayakan dibuat di layar mesin ATM, sehingga tak bisa diakali para penjahat. Ketiga, perbankan harus benar=benar memberi layanan 24 jam --termasuk pada hari libur-- bagi nasabah ATM. Hal ini tentu akan meminimalisir kemungkinan beraksinya pembobol ATM.
Kemudian, para nasabah bank sebaiknya tidak panik setiap kali kartunya tertelan. Kenali dulu setiap orang yang menawari bantuan. Lalu, nomor call center resmi sebaiknya Anda catat di HP atau di tempat lain yang tetap terbawa ke manapun Anda pergi. Jadi, gunakan nomor dalam catatan Anda setiap kali ada kesulitan agar tak terjebak petugas palsu.
Editor : bakri
Share on Facebook