Serambinews.com
home / internasional

Iran Kembangkan 'Nuklir' Baru untuk Salman Rushdi

Jumat, 29 Juni 2012 11:18 WIB
SERAMBINEWS.COM - Masih ingat nama Salman Rushdi? Ya, dia adalah pengarang novel 'ayat-ayat setan' yang telah divonis mati pemimpin Iran, Ayatullah Khomeini, sebagai buruan nomor wahid karena menghina Islam.

Namun setelah melarikan diri kesejumlah negara, termasuk kini 'ngumpet' di Inggris, Salman Rushdi yang keturunan India itu selalu lolos dari incaran.  

Nah, mungkin karena rasa benci yang sangat mendalam kepada Salman Rushdi, beberapa mahasiswa teknik universitas di Iran dengan dibantu pemerintah, sedang mengembangkan sebuah video game dimana Salman Rushdi lagi-lagi menjadi sasaran target.

Tidak terlalu banyak bocoran mengenai alur cerita video game ini, namun dalam game itu digambarkan Salman Rushdi sedang dalam keadaan depresi berat setelah divonis mati oleh Ayatullah Khomeini. Rushdi begitu ngeri ketika pemimpin besar Iran itu membuat sayembara kepada siapapun untuk membawa dirinya hidup atau mati.

Video game yang diprakarsai pemerintah Iran itu dirancang untuk mengingatkan pemuda-pemudi Iran agar paham apa saja dosa-dosa Salman Rushdi kepada Islam, sehingga mereka tetap 'tidak melupakan' sosok penghina Islam tersebut.

Salman Rushdi adalah penulis kelahiran asal India yang kini berdomisili di Inggris. Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun bersembunyi di Inggris setelah menjadi buruan ummat Islam paska Novel kontroversialnya, The Satanic Verses yang berisi hujatan dan penghinaan atas ayat suci Islam.

"Kami merasa harus mencari cara untuk memperkenalkan kepada generasi muda tentang dosa-dosa Salman Rushdie dan pentingnya sejumlah list dosa penghina islam itu," kata Fakhrian, ketua asosiasi pengembang game, seperti dilansir Time.com.

Pengumuman pengembangan game mencuat pada Expo komputer dan game di Teheran.

Game komputer di Iran akhir-akhir ini menjadi hit. Menurut laporan Fars, pemerintah Iran telah meluncurkan sejumlah 140 game bersetting Islam yang konon tujuanya adalah untuk menenggelamkan game-game produk dunia barat.

Sebuah game menarik perhatian pengunjung berjudul 'Misi Khusus 85', dimana dalam game ini diceritakan seputar ilmuwan nuklir fiksi Iran diculik oleh pasukan Amerika di Irak. Game ini menjadi kontroversi.

Tidak hanya itu, pihak pengembang juga sedang menggembangkan game berjudul 'Serangan terhadap Tel Aviv'. Game ini juga lagi-lagi berbau politis dan bisa membuat Tel Aviv gemas.

Belum ada kabar dari pihak Israel, apakah Tel Aviv akan segera melakukan pengembangan game tandingan berjudul 'Serangan Balik ke Iran'. (Serambinews.com/H)

Share on Facebook
Terkait
Serambinews.com Network

Kembali ke Home
Full Site