TOPIK

Cerpen

  • Hijrah Ke Kuta Cot, 1898

    SAAT Belanda membangun rel kereta api, sesungguhnya sudah amat mendidih hasrat orang-orang Gampong

  • Dalilot

    DI USIAMU sekarang, pernahkah kau membayangkan sesosok lelaki tua yang berjalan tertatih menyusuri

  • Pencincang Talas

    SETELAH gagal membujuk Sihaimi mengambil anak beurijuek balee, karena kawannya itu lebih memilih memulai

  • Merindukan Purnama

    PADA sore berkabut, dia menuruni Sungai Kuranji dengan terbungkuk

  • Saya dan Bule

    SAYA sudah biasa bertemu bule. Terkadang mereka jalan-jalan sendirian, maksud saya benar-benar sendirian

  • Anak Batu

    SEMALAM, mertuaku dijerat polisi. Dia dituduh menyodomi anak di bawah umur. Tadi pagi, sebelum sarapan, ibu mertua

  • Hari-hari tanpa Tuhan

    Aku pikir hujan masih akan turun. Tapi, sumpah serapah musafir tua yang mengaku utusan Tuhan itu jauh lebih benar

  • Nazar

    LARAS hampir lupa kapan pertama kalinya kudis bersarang di tubuhnya

  • Rantau

    DUA TAHUN sudah aku merantau. Mencoba mencari pekerjaan yang tepat untuk melamar si Minah, tunanganku

  • Di Seunuddon, Seratus Kuntul Hitam Bermalam

    Adakah yang lebih menyakitkan selain kenangan? Tidak! Setidaknya Triani merasakan itu. Lebih-lebih saat matahari senja

  • Jumawi

    SEJAK kecil aku dipanggil Jumawi. Tidak ada istimewanya nama itu. Entah sejak kapan aku bisa bermain sulap

  • Keluarga Besar

    Semua kisah ini dimulai dari sebuah patung di simpang tiga dekat pasar 7 Ulu. Apabila berjalan ke kanan kau akan menuju

  • Loria dan Sepatu Tua

    KISAH ini telah disampaikan berulang kali dan turun temurun oleh puak tukang hikayat di Teluk Baraday

  • Makam Bunga Bangkai

    BUNGA itu berwarna ungu serupa roti tawar matang yang baru keluar dari pemanggangan

  • Surat dari Gaza

    Aku telah menerima suratmu. Kau menulis bahwa kau telah melakukan apa yang perlu dilakukan agar aku bisa tinggal

  • Ramadan Yang Suram

    OH, kami minta maaf,” kata tentara itu. “Kalau dia memang teman karib Anda, kami minta maaf,” sambung dia sambil memeluk

  • Jalan Pulang

    Azan Magrib baru saja berkumandang. Langit yang tadinya merah jingga perlahan berwarna hitam pekat

  • Luka Poma

    LUKA Poma, pertunjukkan ke-20 Teater Rongsokan Banda Aceh, Minggu (8/6), berakhir klimaks

  • Sawaka

    SEPANJANG senja, kebiasaan Sawaka adalah meratapi kematian suaminya. Ia betah berlama-lama menekur di bawah rerimbun dahan mangga

  • Sepasang Tanduk di Kepala

    DIA teringat, bahkan seperti baru tersadar dari tidur panjang, pesan neneknya: bila dia mendurhakai suaminya, kelak akan tumbuh

  • Pengantin

    KAMAR ini lebih kecil daripada kamarku di rumah. Kata ibu, kamar ini hanya akan aku tempati sementara waktu

  • Surat untuk Marya

    SALAM Marya. Kau yang sedang berada jauh, di Negeri Sakura, negeri empat musim, di mana semua orang hidup gembira

  • Cot Gle

    RUMAH PANGGUNG kami yang berjarak 500 meter dari sebuah benteng di tepi pantai bergetar

  • Siti Ambia

    Siang itu langit cerah. Cahaya terang benderang. Angin enggan bertiup, mengundang gerah yang memanggang

  • Persimpangan

    DI PERSIMPANGAN itu, agak menikung ke kanan, di dekat toko buah, gadis itu berdiri menenteng baki kue

  • Pengawal

    PAGI ini semua surat kabar memberitakan kematian seorang kaya karena serangan jantung

  • Requiem untuk Istriku

    PERNAHKAH kalian membaca riwayat tentang seorang suami yang selama 30 tahun merawat istrinya yang lumpuh?

  • Ziarah Laut

    AZAN subuh berkumandang. Sayup-sayup terdengar dari rumah tuhan di ujung jalan. Di luar rumah, warga berduyun-duyun

  • Daun-daun

    Aku tersenyum kecil pada orang itu. Setelah itu tak ada percakapan lanjutan. Aku kembali pada lamunanku

  • Perjumpaan di Wakhan

    WAKTU kehabisan bekal, aku berpapasan dengan kafilah dagang yang berarak dari timur. Kalau tak salah hitung

 Prev 1 2 34 5 6 Next 
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help