TOPIK

Puisi

  • Ziarah Kelu

    Kemarin Sepasang mata mati Disemayam di kolong langit Orang-orang melayat Lewat kopi-kopi mengepul Dan asap kretek

  • Sejoli

    Dua sejoli burung terbang di atas laut senja pulang ke sarang. Sendiri aku berjalan

  • Palmerah

    di stasion ini hujan begitu gegas seperti rindu sepasang kereta saling memburu namun tak pernah bertemu

  • Angin Pagi Koetaradja

    angin pagi Aidul Fitri disini dahulu angin segar meneguk gurih asap penganan

  • Perjalanan Jauh

    Aku sedang berkemas menyiapkan segala keperluan perjalanan yang akan kutempuh begitu jauh tak ada hitungan mil ke berapa sampai

  • Suatu Senja di Bukit Lamreh

    Setelah tujuh puluh empat anak tangga aku merasa cukup tinggi dalam kesunyian angin di atas mekar teratai batu aku mendengar serapah seperti kutuk

  • Kalakanji

    Bagaimana jika sebelum ini, aku adalah kalakanji dan kau celana katun yang dipakai seorang pengembala atau sepotong gaun gadis

  • Cerita tentang Teh

    dua gelas teh, selalu kusiapkan setiap pagi dan malam selalu. segelas buatku, segelas buatmu. kita minum berdua, sambil rancangkan masa depan, dan bin

  • Rintik-rintik Harapan

    wajah kami saban hari menadah ke langit melihat awan gelap di udara berharap ada butiran

  • Hujan Yang Membawamu Pergi

    Bukan hujan yang membawa kepedihan Bukan hujan yang menjadikan perpisahan

  • Hujan Bulan Ini

    Kaubilang hujan itu indah Ketika air jatuh dan mengenaimuKau menjelma pelangi

  • Menulis Puisi Melankolis

    Hari ini menjadi hitungan genap untuk kita saling menghilangkan jejak,

  • Anak Sungai

    jam tujuh pagi telah tuntas mencuci piring setelah isi perut mobil-mobilan tergeletak di bawah jendela kamar

  • Pasie Karam

    Pasie Karam. Gemetar hatiku jika mendengar kisahmu berathun berbilang

  • Kenangan Masa Kecil

    Buaian itu masih mengendap meskipun waktu akan tetap melemparnya

  • Tambora

    tambora muntah darah malam hari moyang kami bercerita; ketika bulan luruh

  • Kami Berkelana Seperti Orang Lain

    Kami berkelana seperti orang lain, Tetapi kami tak pernah kembali.

  • Berikan Aku Ramadan

    Berikan aku Ramadan Ini pinta ikhlasku pada-Mu Berikan yang cantik jelita

  • Setapak Jalan Berbatu

    bertahun-tahun kita lewati jalan ini bertemu setapak berbatu di penghujung persimpangan;

  • Lawe Bulan

    tak ada waktu menggantungkan hidup pada impian. Aku saksikan sungai-sungai masih mengalirkan

  • Sepasang Mata Ibu

    Dalam gelap kemarin, hanya matamu yang terang

  • Harapan

    Mendung mengurung diri dalam mataku, Hanya untuk beberapa saat

  • Magrib

    Langit memerah Sejak cahaya hilang, redup

  • Pulang

    Nyatanya kau masih tetap hidup bersama tungku-tungku membakar rindu

  • Rindu

    aku membisu bagai singa meraung tanpa suara

  • Bersama din saja

    kita terkadang ombak melekat pada daun daun. seperti embun embun birahi

  • Anjing Pemimpin

    bagi pemimpin kita ini anjing

  • Jaga Pati

    angin ribut meniup dedaunan semak belukar belantar

  • Bunga Akhir Tahun

    Akhirnya mekar jua bunga ini setelah lelah mengisah harum

  • Sebuah Buku dan Saku

    Hari ini aku melihat buku-buku begitu cemburu di rak kedua seorang penyair masih saja menghitung hujan

1 2 3 4 Next  Last ›
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help