TOPIK

Puisi

  • Bunga Akhir Tahun

    Akhirnya mekar jua bunga ini setelah lelah mengisah harum

  • Sebuah Buku dan Saku

    Hari ini aku melihat buku-buku begitu cemburu di rak kedua seorang penyair masih saja menghitung hujan

  • Yang tak Terbaca

    Embun tak lupa Karena pagi selalu datang

  • Mencari Emak

    mencari emak di rumput yang dingin diakarnya berserabut tanah yang gembur batu-batu, pasir-pasir tak terhitung

  • Untuk Seorang Gadis

    Kuberikan cendera mata sebagai tanda bahwa aku menyukaimu kau yang sedang khusuk dengan dunia barumu “Ini,” aku berkata dari kejauhan

  • Ziarah

    sepotong sore yang jatuh dari matamu membaringkanku bersamanya

  • Seikat Bunga

    Aku di sini Sembari menggenggam Seikat bunga hatiku Berdiri terpaku menatapmu

  • Titian

    Apakah lelah telinga mendengar? Seperti tuli membuat sarang di gendang telinga Seperti lumpuh menggerogoti tulang belulang

  • Sesumbar Kesaksian

    Orang-orang terlalu sesumbar pada kesaksian Tentang calon pemimpin yang diagungkan

  • Perjalanan Setapak

    Masih mengeja nama-nama jalan Tiada ujung disertai nomor rumah

  • Cemara-cemara Di Sepanjang Jalan

    Disepanjang jalan Calang Aku belum habis mengerti

  • Mimpi dan Kenyataan

    Hari tampaknya cerah ketika sinar mentari membangunkanmu. Dunia seakan menyambut hingga engkau memasukinya.

  • Pilu .

    Kabut menutup pandangan Suasana kelam mendatangkan hujan

  • Sebab Aku Menyebutnya Rumah

    Aku memang tak banyak mengenal musim-musim yang kita rawat rapat di berbagai tempat,

  • Aku Yang

    Aku kitab yang lusuh ringkih di sudut debu

  • Lenguh Napas

    kau mengulum senja di bibirnya suak ujong kalak birahi

  • Istri

    begitu kental masih bercak bercak sejarah

  • Kicauan Burung Walet

    Menatap menara masjid raya adalah sebuah kerinduan

  • Chiyojima-Kohama

    kota tak pernah tenggelam tak pernah silam sampai tua

  • Jejak Roda di Atas Rumput

    Gerobak itu tak tahu ke mana ia akan pergi Karena ia sekedar menggulirkan roda mengikuti kuda

  • Perempuan Embun

    perempuan keluar dari persembunyian awal waktu dengan menadah embun

  • Menyulam Doa

    Apa yang kau ragukan dengan takdir-Nya? Bahkan embun pun jatuh atas persetujuan Tuhan

  • Amsal Kau dan Aku

    Jika kau adalah potongan ayat berwaqaf jaiz Maka aku adalah ayat berikutnya yang dibacakan hafiz

  • Batu .

    Sebuah rumah batu jendela batu, tak berpintu

  • Tanah Diri

    tanah suci tak berpenghuni, sunyi

  • Refleksi

    Ujung malam yang ter lalu panas

  • Bagi Biduan

    Memang pelik bagi biduan berlantun Di tanah yang tuna santun

  • Kepada Damaskus

    Selamat tinggal yang-abadi Sampai jumpa cintaku

  • Mimbar Kecil

    Dari sini aku berkata Mengeja alif sampai ya

  • Kepada Bulan

    Kau segera pergi Tinggalkan aku di sini

 Prev 12 3 4 5 Next  Last ›
© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved