TOPIK
Sidang Nazaruddin
-
"Ini sebagai bentuk dukungan kepada Ibu Athiyah Laila," kata Ibu Ema, perwakilan kelompok ibu-ibu pengajian itu
-
Partai Demokrat percaya dan menghormati keputusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (KPK)
-
Terdakwa suap pembangunan Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin tak terima dengan keputusan majelsi Hakim
-
"Dia pilih pengacara bermasalah. Apalagi pengacara itu tertimpa banyak masalah pula," kata dia
-
Saya minta diperlihatkan agar diberikan barang bukti gratifikasi atau uang suap itu senilai Rp 4,6 miliar
-
Saya sama sekali tidak tahu soal wisma atlet. Bahwa ternyata PT Duta Graha Indah menang pun saya baru tahu dari media
-
Demikian diungkapkan Hasyim saat bersaksi untuk Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (7/3/2012)
-
"Iya saya punya, tapi saya lupa jumlahnya Yang Mulia," ujar Hasyim menjawab pertanyaan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta
-
"Pelapornya, sekretarisnya (Sutan), Melky Dedi Iskandar. Dilaporkan semalam sekira pukul 19.00 WIB," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya
-
Anda terlihat kepanasan? Apa disini panas?," tanya salah satu majelis hakim ditengah persidangan Terdakwa Kasus dugaan korupsi
-
"Saudara saksi harap serius menjawab pertanyaan yang dilontarkan, jangan sambil tertawa,"
-
"Ada pengendali yang maha dahsyat ini, Rosa tidak dihadirkan, tanpa surat keterangan dokter lagi," tegasnya
-
"Jadi, ada kekuatan besar yang mengendalikan penyidk dan jaksa KPK," kata Hotman di sela-sela persidangan Nazaruddin
-
"Rosa sakit demam dan pinggangnya sakit. Ada bukti surat dari dokter Rutan," terang Lili saat dihubungi wartawan, Rabu (29/2/2012)
-
"Strukturnya dari paling atas itu ada Pak Anas, lalu di bawahnya ada Pak Nazar, lalu di bawahnya lagi ada Ibu Yulianis danPpak Hasim," ujarnya saksi
-
Saat menjadi saksi, Rosa tak membantah percakapan dengan Angelina Sondakh melalui BlackBerry Messenger (BBM).
-
Salaman itu kali pertama terjadi setelah Nazaruddin ditangkap dan ditahan KPK pada akhir tahun lalu
-
Permintaan Nazaruddin itu termuat dalam surat yang diserahkan penasihat hukumnya ke majelis hakim
-
"Iya, iya sebentar. Selesaikan dulu pertanyaan (penasihat hukum) ini,"
-
"Saudara saksi, tolong duduknya. Tolong tangannya yang etis dan menghadap ke majelis," kata ketua hakim Dharnawati Ningsih
-
Andi mengatakan bahwa dirinya tidak mengenal Rosa. "Yang jelas bukan saya (menteri yang dimaksud/red). Saya tidak kenal dengan Rosa," kata Andi
-
"Ya agama kita semua kan mengajarkan kepada kita harus berkata jujur, harusnya begitulah,"
-
Saya tidak pernah terima majelis. Kalau tim sukses saya yang terima, saya mau tahu siapa dimana, kapan, saya juga mau tahu
-
Ia menyebutkan bahwa kader Partai Demokrat, Umar Arsal, yang telah mengungkapkan adanya aliran uang pemenangan Anas
-
"Nanti, nanti saja," ujar singkat Andi saat di'serbu' wartawan setiba di depan pengadilan
-
"Kedatangan saya ke sini untuk melaporkan Angie atas dugaan tindak pidana memberikan laporan palsu di bawah sumpah saat persidangan,"
-
Prasetyo menduga, Rosa selama ini mendapat ancaman, sekaligus tekanan untuk mengaitkan atas kasus hukum yang kini dihadapi Nazaruddin
-
Pelaporan ke kepolisian akan direalisasikan, jika majelis hakim yang memimpin sidang Nazaruddin tak menyetujui
-
"Belum. Kami belum terima laporan itu," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya
-
Jafar juga mengakui, Angelina dicopot jabatannya sebagai salah seorang anggota Badan Anggaran DPR
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved