Mengolah Data dengan SPSS

Cut Erna Purnama Sari kini disibukkan dengan tugas akhir dari kampusnya. Finalis Pemilihan Putri Indonesia

Cut Erna Purnama Sari kini disibukkan dengan  tugas akhir dari kampusnya. Finalis Pemilihan Putri Indonesia (PPI) Aceh 2011 tersebut sedang menyusun skripsi sebagai syarat utama kelulusannya di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Mahasiswi semester delapan pada Jurusan Akuntansi ini mengaku sangat terbantu dengan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Program ini dipakai untuk mengolah data statistik yang ada dalam skripsinya.

Menggunakan laptop merek Acer Aspire One warna biru miliknya, kini ia kerap menghabiskan waktu  membuat tabel, lalu mengisikan data ke dalamnya. “Punya laptop sangat membantu untuk membuat  tugas kuliah, apalagi sekarang Icut sedang menyusun skripsi yang membahas tentang BUMN. Icut sering browsing dan searching di Internet mencari info tentang BUMN, fenomena, dan perkembangannya di Indonesia,” kata anak kedua dari empat bersaudara pasangan TM Yusuf dan Fatniati ini, Kamis (28/7).

Mengolah data pakai program SPSS, menurut gadis yang gemar membaca ini sama sekali tidak sulit. SPSS, ujar dia, adalah program komputer yang paling sering dipakai anak akuntansi untuk membuat analisis statistika atau mengolah data penelitian.

Selain menggunakan laptop miliknya untuk mengerjakan tugas kuliah dan berbagai hal serius lain, Icut juga memakai gadget tersebut untuk menjalankan hobi modeling dan fotografi. “Icut suka foto-foto dengan berbagai gaya pake kamera di laptop. Paling sering berpose ria untuk narsis-narsisan dengan sahabat seperti Cici, Novi, Dinda, dan Pocut. Dengar musik sama main game juga enakan di laptop,” imbuh gadis dengan tinggi 160 centimeter ini.

Namun, pemilik hidung mancung yang menguasai beberapa tari tradisional Aceh ini sempat merasa kangen dengan laptopnya saat mengikuti masa karantina para Finalis PPI 2011. “Waktu dipingit jangankan pakai laptop, pake handphone pun dilarang. Kegiatan pas karantina padat, tapi senang. Apalagi tau semua finalis PPI pintar mengaji, ramah-ramah, dan wawasannya luas pula. Walaupun enggak terpilih mewakili Aceh, udah cukup bahagia bisa ikutan PPI 2011 dengan berbagai pengalaman serunya,” cerita Icut. (ami)   

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved