Pesantren Modern Al Manar, Aceh Besar (3)
Anak Yatim Gratis Biaya Pendidikan
Pondok Pesantren Al Manar didirikan pada 23 Juli 2001 di Desa Lam Permei Cot Irie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar
“Tujuan didirikan pesantren ini adalah untuk menampung anak yatim supaya bisa memperoleh pendidikan agama dan umum yang layak. Nantinya mereka diharapkan bisa menjadi orang-orang yang berguna bagi agama nusa dan bangsa, layaknya anak-anak lainnya. Makanya, khusus untuk anak yatim dan piatu kita gratiskan biayanya. Namun, banyak juga anak-anak di luar yatim piatu yang memilih Pesantren Al Manar untuk menuntut ilmu,” ujar Pimpinan Pesantren Modern Al Manar, Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag kepada Serambi, kemarin.
Pesantren modern ini adalah lembaga pendidikan formal terpadu di mana santrinya bermukim di asrama yang dikelola langsung oleh guru-guru alumni Dayah Darussalam Labuhan Haji, alumni Gontor dan sarjana Unsyiah/IAIN Ar-Raniry. Awalnya pesantren ini punya fasilitas penginapan yang sangat sederhana dengan jumlah santri perdana 77 orang, terdiri atas 26 santri yatim/piatu yang dibiayai oleh Azhar Manyak dan santri umum dengan biaya mandiri.
Pesantren ini menganut sistem pendidikan terpadu antara kurikulum Nasional Depag RI/Depdiknas, kurikulum dayah tradisional Aceh dan kurikulum Gontor. Prinsip kontinuitas dan profesionalitas dianut seiring dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Jenjang pendidikannya terdiri atas tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Para santri dapat mengikuti UAN MTs pada tahun ketiga dan UAN MA pada tahun keenam.
Perpaduan ini terbukti menimbulkan sinergi yang saling melengkapi kekurangan pada masing-masing kurikulum. Sehingga dapat memberikan dan menyajikan muatan ilmu pengetahuan secara sempurna (kaffah) kepada anak didik. “Pada beberapa pelajarannya menerapkan metode penyampaian dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris yang disesuaikan dengan kemampuan berbahasa anak pada kehidupan sehari-hari. Mengingat program dua bahasa (Arab dan Inggris) juga menjadi bahasa percakapan mereka sehari-hari di asrama,” ungkap Tgk Fakhruddin.
Susunan muatan yang telah dipertimbangkan masak-masak, membuat para alumni MAS Al-Manar dapat melanjutkan studinya ke berbagai perguruan tinggi, negeri maupun swasta, di dalam dan di luar negeri. “Bahkan ada yang ke luar negeri, seperti Oman, Sudan, Tunisia, Mesir, dan negara lain,” ujar Tgk Fakhruddin Lahmuddin.(muhammad hadi)