Breaking News:

Pasar Murah

Pakaian Bekas Kalahkan Bahan Pokok

Ratusan warga berebut pakaian bekas di lokasi pasar murah bahan kebutuhan pokok yang digelar Pemerintah Kabupaten

Editor: mufti

SERAMBINEWS.COM, MADIUN — Ratusan warga berebut pakaian bekas di lokasi pasar murah bahan kebutuhan pokok yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang.

Ratusan warga yang didominasi rumah tangga kurang mampu berdesakan di stan pakaian bekas sejak pagi. Tanpa dikomando, mereka tiba-tiba menyerbu lapak tempat dijajakannya pakaian bekas layak pakai. Padahal, saat itu acara pasar murah belum dimulai dan masih menunggu dibuka resmi oleh Bupati Madiun Muhtarom.

Akibat serbuan masyarakat, petugas jaga di stan pakaian bekas kewalahan. Apalagi warga juga mengambil pakaian bekas yang masih disimpan di dalam kardus. Setiap potong baju yang seharusnya dibeli dengan harga Rp 1.000 langsung diambil warga tanpa membayar. Setiap orang rata-rata mengambil lebih dari satu potong.

Retno, salah satu warga, sengaja mengantre di stan pakaian bekas karena takut tidak bisa memilih lebih awal. Akan tetapi, setelah di lokasi, ibu dua anak ini tidak hanya tidak bisa memilih, melainkan juga hampir tidak mendapat bagian.

"Saya sampai terjepit tadi waktu berdesakan. Mau bergerak saja susah, apalagi ngambil baju. Untung masih dapat dua bungkus, tapi ya ndak tau ini isinya belum dibuka," ujar Retno,  sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan seusai berdesakan.

Animo masyarakat untuk berebut pakaian bekas pantas pakai ini mengalahkan minat masyarakat untuk membeli bahan kebutuhan pokok yang ditawarkan di pasar murah. Pembelian kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, mi instan, kecap, dan gula, juga ramai, tetapi tidak sampai berdesakan dan berebut.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Madiun Komari mengatakan, pasar murah ini merupakan yang kedua digelar Pemkab Madiun selama bulan puasa. Sebelumnya, pasar murah diadakan di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan.

Pada pasar murah di Gemarang ataupun di Segulung, barang yang paling banyak diminati masyarakat adalah pakaian bekas pantas pakai yang dijual Rp 1.000 per potong. Selain baju bekas, beras, gula dan minyak goreng juga banyak dibeli masyarakat dari kalangan menengah ke bawah ini.

Kegiatan pasar murah ini diikuti oleh seluruh satuan kerja, badan usaha milik daerah (BUMD), dan BUMN, seperti Perum Perhutani Saradan.

Harga yang ditawarkan cukup kompetitif, seperti beras Rp 5.000 per kg atau di bawah harga pasar Rp 7.000 per kg. Minyak goreng kemasan Rp 8.000 per kg atau selisih dari harga pasar Rp 11.000 per kg. Sedangkan gula pasir dijual Rp 7.500 per kg, atau selisih Rp 1.500 per kg dari harga pasar Rp 9.000 per kg. Selisih harga itu mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved