Ponpes Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan (3 - habis)
Pimpinan Ponpes yang Jadi Politikus
TAK hanya sekadar menjadi tenaga pengajar dan mengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Labuhan Haji Barat
Abu Mawardi kepada Serambi, Rabu (24/8) mengatakan, semenjak kecil dirinya telah bercita-cita menjadi seorang yang berguna untuk umat dan agama, yakni mengikuti jejak ayahnya Abuya H Muhammad Muda Waly Al Khalidy yang sudah meninggal dunia tahun 1961 dalam usia 44 tahun.
Pengabdian kepada umat dan agama adalah tujuan utama alumni Srata Satu dan Pasca Sarjana Universitas Al Azhar Kairo Mesir yang lahir 15 September 1942 itu. Ia tidak pernah mengenal lelah dalam mendidik generasi muda untuk menjadi generasi islami. Tiada waktu, kecuali mengajarkan ilmu agama kepada para santri di Ponpes, yang meliputi ilmu tafsir, hadis, syariah.
Para santri yang menimba ilmu agama di Ponpes itu tidak hanya warga setempat. Melainkan dari berbagai daerah, baik dari tamatan SMP, SMA, bahkan juga tidak sedikit diatara para santri yang belajar di Ponpes itu sudah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Selain mengajar di Ponpes Darussalam Labuhan Haji yang didirikan Syech Muda Waly. Ia juga disibukkan dengan memimpin Ponpes Syech Muhammad Jamil yang didirikannya di tempat kelahirannya di Desa Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar yang juga sudah mencetak sejumlah ulama.
Selain menjadi tenaga pengajar di Ponpes yang didirikannya di kampung kelahirannya, pada era tahun 80 an putra pertama dari dua bersaudara anak Abuya Muda Waly dari iswtri keduanya di Sumbar, Hj Rabiah Jamil, itu juga pernah menjadi hakim di Pengadilan Tinggi Agama Sumbar tahun 1980-1982.
Tapi karena ia lebih memilih berorganisasi dan Parpol, maka status PNS itu ditinggalkannya. Ia bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan ketika itu ia sempat menduduki jabatan sebagai anggota DPRD Provinsi Sumbar selama dua periode (1977-1987). Pada periode itu juga menjabat sebagai Ketua Perti Sumbar selama dua periode (1977-1987).
Pendidikan Sekolah Rakyat (SR) Labuhan Haji tahun 1954, S1 dan S2 Universitas Al-Azhar Kairo Mesir (1965-1971). Sebelum pendidikan di Mesir, Abu Mawardi Lc MA yang mampu hafal Al-Quran 30 juz itu pernah kuliah di IAIN Imam Bonjol Sumbar dan Universitas Islam Jakarta.(azhari syamsuddin)