Senin, 15 Juni 2026

Sinetron Bisa Memengaruhi Orang Lakukan Korupsi

Dia meminta agar wartawan cermat dan akurat saat menulis berita dugaan korupsi sehingga memudahkan aparat saat menanganinya.

Tayang:
Editor: Boyozamy

SERAMBINEWS.COM, PALU - Pengamat hukum Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Benny Diktus Yusman, mengatakan, sinema elektronik (sinetron) di televisi bisa memengaruhi orang melakukan korupsi dengan pola hidup konsumtif yang banyak dipertontonkan.


"Gaya-gaya hidup itu bisa saja ditiru masyarakat dengan melakukan korupsi," kata Benny Diktus Yusman pada acara Sosialisasi Program Antikorupsi di Palu, Kamis (6/10/2011).


Dia menuturkan, banyak gaya hidup foya-foya di sinetron yang ditiru penontonnya meski kemampuan finansial tidak mencukupi untuk melakukan hal itu.


"Hal itu harus dibenahi sejak sekarang untuk menjaga generasi bangsa," kata pria yang menamatkan program doktornya di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, ini.

Benny mengimbau kepada masyarakat untuk cermat melihat dan memilih tayangan televisi. Menurut dia, peran orangtua sangat penting untuk memilih tontonan yang bermanfaat bagi keluarga. "Jangan sampai anak-anak meniru perbuatan yang ada di sinetron," katanya.


Sosialisasi Program Antikorupsi itu diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tengah dalam rangka mencegah perbuatan korupsi.


Sosialisasi itu diikuti sejumlah pejabat komitmen, panitia pengadaan barang dan jasa, kepala sekolah dan guru, serta wartawan. Secara khusus, Benny mengatakan, wartawan memiliki peran penting dalam mencegah perbuatan korupsi melalui karya jurnalistik.


Dia mengatakan, pers juga sangat berperan dalam sosialisasi undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. "Namun, jangan memanfaatkan profesi wartawan untuk kegiatan yang tidak benar," katanya.


Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah Sihar Panjaitan mengatakan, sebagian wartawan justru memberitakan kasus korupsi secara berlebihan karena masih berpegang pada prinsip "bad news is a good news".


Dia mencontohkan, dalam suatu kasus dugaan korupsi, terdapat indikasi kecurangan dalam proyek senilai Rp 5 miliar. Hal itu diberitakan oleh wartawan dengan judul "terjadi dugaan korupsi senilai Rp 5 miliar", padahal indikasi kecurangannya hanya ratusan juta yang merupakan bagian dari total nilai proyek tersebut.


"Ini harus dicermati agar tidak terjadi kesalahan dan menimbulkan opini di masyarakat," kata Sihar.


Kabid Investigasi BPKP Sulawesi Tengah Ichsan Fuady saat menyajikan materi menyampaikan, wartawan memiliki tiga peran dalam memerangi korupsi, yakni pencegahan, investigasi, dan edukasi.


Dia meminta agar wartawan cermat dan akurat saat menulis berita dugaan korupsi sehingga memudahkan aparat saat menanganinya.


Akurasi data itu berupa penyimpangan dan aturan yang dilanggar, instansi tempat terjadinya pelanggaran, dugaan pelaku, waktu kejadian, serta dampaknya terhadap kerugian keuangan negara.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved