Film ‘Radio Rimba Raya' Juara III Nasional

Film dokumentar “Radio Rimba Raya”, karya tiga siswa MAN 2 Banda Aceh, berhasil meraih juara III Lomba Penggalian Sumber Sejarah

Film ‘Radio Rimba Raya' Juara III Nasional
Siswa MAN 2 Banda Aceh didampingi guru pembimbing foto bersama seusai menerima hadiah juara III lomba film dokumenter di Jakarta, Sabtu (12/11). SERAMBI/FIKAR W EDA
* Garapan Siswa MAN 2 Banda Aceh

JAKARTA - Film dokumentar “Radio Rimba Raya”, karya tiga siswa MAN 2 Banda Aceh, berhasil meraih juara III Lomba Penggalian Sumber Sejarah (LPSS) dalam bentuk audiovisual 2011 yang diselenggarakan Direktorat Nilai Sejarah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Para pemenang diumumkan Sabtu (12/11) di Museum Nasional Jakarta.

Juara I dan II direbut siswa SMA Negeri 1 Banjarmasin dengan judul film “Pesona Kampung Tua di Kampung Sungai,” dan SMA 1 Pangkal Pinang Bangka Belitung. Sementara harapan I diraih SMA Ternate, Maluku Utara, dan Harapan II SMA Yogyakarta.

Film Radio Rimba Raya mengisahkan peran radio tersebut dalam menyuarakan eksistensi Indonesia pada masa agresi militer II 1949, ketika dunia mengira seluruh Indonesia berhasil kembali dikuasi Kolonial Belanda.

Proses pembuatan film tersebut dikerjakan oleh Ibnu Syahrial sebagai kameraman, Andi Rionaldi editor, dan Intan Rahmi selalu penulis naskah. Trio ini dibimbing guru MAN 2 Banda Aceh, Khawaled SPdI.

“Kami tentu saja gembira atas prestasi ini. Mudah-mudahan ke depan kami bisa berkarya lebih baik lagi,” kata Intan Rahmi seusai menerima trofi.

Khawaled menjelaskan film tersebut dikerjakan dengan biaya yang sangat terbatas. “Anak-anak tidak bisa lagi mengambil gambar ke Takengon karena biaya terbatas. Padahal, masih ada beberapa shoot lagi yang harus diambil di Aceh Tengah,” kata Khawaled.

Biaya produksi filam itu sepenuhnya berasal dari sekolah. “Kita sudah upayakan minta bantuan ke Pemerintah Aceh, tapi gagal,” tambah Khawaled yang hadir ke Jakarta bersama guru MAN lainnya, Mahyuddin, untuk mendampingi ketiga siswa yang sudah mengukir prestasi tersebut.

LPSS dalam bentuk audio visual itu diikuti 264 judul film dari seluruh Indonesia. Dewan juri kemudian menyeleksinya menjadi 50 judul dan diseleksi kembali hingga tinggal enam finalis.

Menurut Khawaled, ini adalah film kedua yang dikerjakan siswa-siswi MAN Negeri 2 Banda Aceh. Sebelumnya pada Festival Film Anak Aceh (FFAA), MAN 2 meraih juara I dengan judul film Masihkah Punya Harapan? (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved