RX-King Full Chrome Milik Slankers

TAMPIL beda merupakan impian setiap modifikator. Tak terkecuali Mirza, pria kelahiran Bireuen, 28 Mei 1980. Penggemar berat grup band Slank

Editor: bakri
zoom-inlihat foto RX-King Full Chrome Milik Slankers
ANGGOTA AKC foto bersama di Kantor Harian Serambi Indonesia, Sabtu (19/11). SERAMBI/BEDU
TAMPIL beda merupakan impian setiap modifikator. Tak terkecuali Mirza, pria kelahiran Bireuen, 28 Mei 1980. Penggemar berat grup band Slank (Slankers) mengecat seluruh bagian pada motor Yamaha RX-King miliknya dengan warna perak atau di dunia modifikasi disebut chrome (krom). Hasilnya, motor kinclong dan menarik dipandang mata.

Mirza yang juga dikenal dengan panggilan Jeck oleh teman-temannya di Atjeh King Club (AKC), mengaku sudah sangat menginginkan modifikasi full chrome itu. Yamaha RX-King itu dibelinya pada 2003, namun keinginan membuat motornya tampil mengkilat dan memancarkan cahaya, baru kesampaian di tahun 2005. Hanya spare part yang terbuat dari karet yang tak di-chrome, seperti pedal gas dan tempat duduknya.

Mirza mengakui sejak mengubah tampilan itu, banyak orang yang kagum melihatnya. Bahkan, ada beberapa yang datang langsung menemui Mirza untuk membeli motor itu.

Tapi, Mirza tak rela melepaskan sepeda motornya itu, meski ditawar harga tinggi. “Bukan cuma sayang sama motor ini. Tapi, motor ini yang menyelamatkan saya saat tsunami 26 Desember 2004. Pagi itu kebetulan saya di Ulee Lheue, dengan motor inilah saya lari dari amukan air laut,” ungkap pemuda yang gemar memainkan gitar ini.

Karena rasa sayangnya itu, pada tahun 2005 ia memutuskan membawa Yamaha RX-King miliknya ke Medan, Sumatera Utara. Di sanalah Mirza mengubah tampilan motornya itu menjadi perak.

“Untuk seluruh chrome ini waktu itu ongkosnya sekitar 5 juta. Dan nilai itu sangat jauh jika dibandingkan chroem di Aceh yang ongkosnya mencapai sampai Rp 14 juta lebih,” kata Mirza.

Meski RX King miliknya itu keluaran 1997, tapi Mirza pernah meraih Juara Harapan I dalam kontes modifikasi yang diselenggarakan Yamaha di Taman Sari, Banda Aceh, 2008 lalu.(mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved