hari ibu
Napi Wanita Terima Kado di Hari Ibu
Total hadiah itu mencapai 140 paket, termasuk satu nasi kotak untuk makan siang
Para wanita yang tengah menjalani masa hukuman bervariasi karena terlibat berbagai kasus itu mendapat kado istimewa berupa Alquran dan sejumlah perlengkapan khas wanita, termasuk peralatan mandi.
Hadiah pada Hari Ibu ini diberikan tidak hanya untuk napi dan tahanan wanita, tapi juga untuk tahanan pria. Total hadiah itu mencapai 140 paket, termasuk satu nasi kotak untuk makan siang.
Bingkisan tersebut diberikan atas inisiatif kalangan perempuan yang bernaung di bawah pengurus Bidang Perempuan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh.
“Ini hal yang pertama kami lakukan. Kami melihat peran ibu dalam sebuah keluarga begitu besar. Keberadaan mereka patut mendapat apresiasi di hari yang istimewa ini dan kita mengapresiasinya dengan memberi bingkisan sebagai bentuk perhatian,” kata Ketua Bidang Perempuan PKS Aceh, Hayati ST kepada Serambi, Kamis (22/12).
Di berbagai tempat, peringatan Hari Ibu dilakukan dengan berbagai cara dan rangkaian kegiatan. Tapi tidak demikian halnya dengan kaum ibu yang sedang menjalani hukuman penjara. Kebanyakan mereka tidak mendapat perhatian pada momen yang selalu diperingati pada 22 Desember ini.
Deputi Bidang Ketahanan Keluarga Bidang Perempuan PKS Aceh, Dedeh Agustinah menyebutkan, keberadaan kaum ibu di tahanan juga tidak boleh dilupakan. Sebab, keberadaan mereka juga sama seperti ibu-ibu lainnya yang juga punya peran besar dalam struktur keluarganya.
“Ibu adalah cahaya bagi keluarga dan tempat anak-anak mendapat curahan kasih sayang. Kita ingin kembalikan semua masalah yang muncul di masyarakat kepada tatanan inti keluarga. Dalam hal ini peran seorang ibu sangatlah penting,” ujarnya.
Nurlela (41) dan Tiramah (45), dua tahanan wanita yang menghuni Rutan Lhoknga tampak terharu ketika merima paket kado yang dibungkus plastik transparan itu. Keduanya hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Kepala Cabang Rutan Lhoknga, Eko Yulianto kepada wartawan mengatakan, Rutan Lhoknga menampung 37 napi dan tahanan wanita dari jumlah seluruh tahanan 97 orang.
Selama berada di rutan, tahanan wanita juga mendapat pembinaan rutin, di samping serangkaian kegiatan yang dilakukan kemarin dalam rangka peringatan Hari Ibu. Di antaranya zikir dan doa.
Hari Ibu pada 22 Desember ditetapkan melalui Kongres Perempoean I yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani) untuk mengenang keberanian para perempuan yang turut membela negara. Tanggal ini dikukuhkan dalam Kepres Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari Nasional yang bukan merupakan hari libur dan diperingati hingga sekarang. (sar)